palestina

Perempuan hamil dan bayi Palestina tewas karena ledakan roket Jihad Islam

Bukan lantaran serangan udara Israel.

07 Mei 2019 04:37

Kelompok pejuang di Jalur Gaza, Jihad Islam, mengakui Filistin Abu Arar (perempuan hamil) dan bayinya Saba Abu Arar tewas karena roket Jihad Islam meledak dalam rumah mereka, bukan lantaran serangan udara Israel. 

Kementerian Kesehatan di Gaza bilang Filistin dan Saba termasuk warga Palestina terbunuh karena gempuran udara negara Zionis itu.

Kabar mengejutkan ini pertama kali dilansir oleh Ar-Risalah, media berafiliasi dengan Hamas. "Bocoran dari Sarayat al-Quds (sayap militer Jihad Islam) menyebutkan kematian bayi Saba Abu Arar lantaran roket meledak dalam rumahnya karena kesalahan teknis."

Laporan ini diunggah ke akun Telegram terkait Hamas pada Ahad sore dan langsung dihapus tidak lama kemudian. 

Perwakilan dari Jihad Islam telah menemui keluarga korban pada Ahad pagi lalu. Mereka menawarkan uang kompensasi dan status Saba Abu Arar menjadi syuhada, sebagai balasan karena pihak keluarga bungkam soal penyebab kematian Filistin Abu Arar dan bayinya itu.

 

 

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Surat kabar Kuwait minta maaf karena pakai kata 'Israel' bukan 'Zionis'

Manajemen Al-Qabas menekankan akan terus membela bangsa Palestina di media hingga huruf penghabisan.

Serdadu Israel tidak membalas lemparan bom molotov yang dilakukan oleh seorang lelaki Palestina. Kejadian ini berlangsung pada 19 Desember 2020 di permukiman Yahudi Kadumim, Tepi Barat, Palestina. (Video screenshot)

Serdadu Israel tidak membalas meski dilempar bom molotov oleh lelaki Palestina

Lelaki Palestina ini langsung kabur ke mobilnya. Sedangkan tentara Israel menjadi sasaran molotov membiarkan pelaku.





comments powered by Disqus