palestina

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

12 Agustus 2019 06:55

Polisi Israel dan warga Palestina kemarin bentrok di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa setelah pelaksanaan salat Id.

Akibatnya, 61 orang Palestina cedera termasuk 15 orang dilarikan ke rumah sakit. Empat polisi Israel juga luka dalam insiden ini. Ketua Waqaf Islam Abdil Azim Salhab termasuk korban cedera.

Bentrokan meletup lantaran warga Palestina berusaha mencegat sekitar 450 pemukim Yahudi dibolehkan memasuki Al-Aqsa untuk memperingati Hari Raya Tisha B'Av, mengenang penghancuran dua Kuil Suci Yahudi oleh tentara Babilonia dan Romawi. Kaum Yahudi meyakini kedua kuil itu pernah berdiri di atas lahan sekarang menjadi Masji Al-Aqsa.

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

"Semua muslim berkurban dengan binatang hari ini (kemarin) tapi warga Palestina di Yerusalem mengorbankan darah mereka," kata Abir Ziyad, warga Yerusalem berada di Al-Aqsa saat kejadian, kepada Albalad.co melalui WhatsApp.

Polisi menembakkan gas air mata dan granat hampa untuk membubarkan warga Palestina.

Polisi Israel akhirnya mengizinkan 450 pemukim Yahudi ke Al-Aqsa dengan kawalan ketat siangnya dan memberikan kesempatan sejam lagi bagi orang-orang Yahudi sorenya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR