palestina

Amerika sebut permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak ilegal

Israel mencaplok Tepi Barat dan Yerusalem Timur setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Saat ini terdapat sekitar 700 ribu pemukim Israel di kedua wilayah itu.

20 November 2019 04:48

Amerika Serikat kemarin waktu Jakarta mengumumkan posisi barunya terhadap permukiman Yahudi di Tepi Barat. Washington DC mengubah posisinya berlaku sejak 1978 dan menyatakan permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak melanggar hukum internasional.

"Setelah secara cermat mempelajari perdebatan hukum dari semua aspek, Amerika menyimpulkan pembangunan permukiman di Tepi Barat tidak bertentangan dengan hukum internasional," kata Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo. Dia menambahkan klaim ilegal versi hukum internasional itu malah menghambat terciptanya perdamaian Palestina-Israel.

Pompeo menekankan memutuskan siapa benar dan siapa salah sebagai masalah internasional tidak akan membawa perdamaian. Karena itu dia bilang isu permukiman Yahudi di Tepi Barat harus diputuskan bersama oleh Palestina dan Israel.

Kebijakan baru ini menjadi langkah kontroversial terbaru dilakukan pemerintah Presiden Donald Trump, setelah pada Desember 2017 mengakui Yerusalem ibu kota Israel dan dilanjutkan pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei 2018.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kebijakan baru Amerika ini sesuai sejarah benar. "Bangsa Yahudi bukan penjajah asing di Judea dan Samaria (Tepi Barat)," katanya melalui keterangan tertulis.

Namun banyak pihak, termasuk Indonesia, mengecam posisi baru Amerika itu terhadap permukiman Yahudi di Tepi Barat. Lewat keterangan tertulis, Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia konsisten menentang tindakan israel membangun permukiman ilegal di wilayah Palestina. "Pembangunan permukiman ilegal secara de facto merupakan aneksasi dan menjadi penghalang bagi upaya perdamaian berdasarkan solusi dua negara."

Israel mencaplok Tepi Barat dan Yerusalem Timur setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Saat ini terdapat sekitar 700 ribu pemukim Israel di kedua wilayah itu.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Iklan layanan kereta Palestine Railways. (Twitter)

Tidak pernah ada yang namanya Israel

Tiga kali Perang Arab-Israel pada 1948, 1967, dan 1973 membikin wilayah Israel kian luas: dari 17 persen sekarang menjadi 78 persen.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

18 ribu rumah warga Palestina di Yerusalem Timur terancam dirobohkankan Israel

Kebijakan perobohan rumah-rumah orang Palestina merupakan strategi Israel untuk memperluas permukiman Yahudi dan mengubah kondisi geografis di Yerusalem Timur. 

Ketua Komite Hubungan Luar negeri dan Pertahanan Nasional Kongres Brasil Eduardo Bolsonaro berpose bareng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istri, Sara Netanyahu sebelum peresmian kantor dagang Brasil di yerusalem, 15 Desember 2019, (Twitter/@IsraeliPM)

Brasil buka kantor dagang di Yerusalem

Brasil berkomitmen memindahkan kedutaannya ke Yerusalem tahun depan.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

24 Januari 2020

TERSOHOR