palestina

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

20 November 2019 03:53

Kepulauan Faroe berencana membuka sebuah kantor perwakilan diplomatik di Yerusalem sekaligus mengakui kota suci bagi tiga agama itu sebagai ibu kota Israel, seperti dilansir surat kabar Politiken.

Meski menjadi bagian dari negara Dennark, Kepulauan Faroe - terletak di Samudera Atlantik - diberi kewenangan memiliki pemerintahan sendiri. Kopenhagen sudah menyatakan tidak akan memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem. 

Menteri Luar Negeri Kepulauan Faroe Jenis av Rana bilang dirinya sedang bekerja mempersiapkan rencana pembukaan kantor perwakilan diplomatik di Yerusalem. Dia menambahkan anggaran untuk melaksanakan hal itu bakal dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya. 

"Kami sudah meminta dana untuk membuka kantor perwakilan diplomatik itu pada September atau Oktober 2020," kata Rana kepada Politiken. "Pembukaan kantor itu nantinya sama dengan pengakuan atas Yerusakem ibu kota Israel."

Rana mengatakan alasan negaranya ingin membuka kantor perwakilan diplomatik di Yerusalem adalah orang-orang Kepukauan Faroe mencintai Israel.

Israel mendorong semua negara untuk membuka kedutaan di Yerusalem setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Desember 2017 mengakui Yerusalem ibu kota Israel, diikuti dengan pemindahan Kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

 

 

 

 

 

Paspor baru Inggris milik Ayelet Balaban, warga Israel, menyebut Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel. (Courtesy)

Inggris akui Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel

Menurut Ayelet, abangnya dua tahun lalu juga memperpanjang paspor Inggrisnya, tapi tempat kelahirannya masih ditulis Yerusalem.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.





comments powered by Disqus