palestina

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

06 Desember 2019 10:05

Muntaha Amara tengah bersujud saat dua polisi Israel berusaha menangkap dirinya Selasa lalu. Sebuah rekaman video tersebar di media sosial memperlihatkan sepupu dari Syekh Raad Salah, pemimpin Gerakan islam di Israel, itu sedang salat di depan Pintu Rahmah dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Sejumlah polisi negara Zionis itu mengelilingi dia dan mulai berbicara ketika Muntaha sedang salat. Seorang perempuan Palestina lainnya menyuruh dua polisi lelaki Israel berusaha membangunkan Muntaha dari sujudnya untuk menghentikan tindakannya itu. Namun kedua polisi itu terus berupaya membangunkan Muntaha.

Muntaha - berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam - langsung murka. Dia mempertanyakan kenapa kedua polisi israel berlaku seperti itu padahal dirinya sedang salat. "Kalian tahu saya sedang menyelesaikan salat saya," kata Muntaha. "Siapa kalian berani menghentikan saya tengah salat?"

Dua polisi perempuan Israel akhirnya membekuk Muntaha yang berteriak, "Al-Aqsa adalah milik kami. Mereka (Israel) akan kalah.

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Melalui keterangan tertulis, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menjelaskan polisi Israel menangkap Muntaha Amara dan bocah lelaki bernama Majid Qabha. Keduanya dibekuk ketika sedang salat di Al-Aqsa.

Warga Palestina membuka Pintu Rahmah awal tahun ini. Israel sudah menutup pintu masuk Al-Aqsa itu 15 tahun lalu.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

24 Januari 2020

TERSOHOR