palestina

Israel susun daftar rahasia berisi 300 pejabat militer dan intelijen bisa diadili karena kejahatan perang

Dalam daftar itu terdapat nama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Benny Gantz, dan Avigdor Lieberman.

19 Juli 2020 00:02

Israel tengah menyusun daftar rahasia berisi hingga 300 pejabat militer dan intelijen negara Zionis itu dapat diadili atas dakwaan kejahatan perang dalam Perang Gaza 2014, seperti dilansir surat kabar Haaretz.

Kemungkinan itu bisa muncul kalau ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) memulai penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang dilakoni Israel di Gaza.

Dalam daftar itu, terdapat nama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Benny Gantz, dan mantan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman. Mereka dapat ditangkap jika bepergian keluar negeri untuk diadili di ICC.

ICC diperkirakan mengeluarkan putusannya apakah menyetujui permintaan Jaksa ICC Fatou Bensouda untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang dilakoni Israel.

Israel tetap merahasiakan daftar ini untuk menghindari interpretasi ICC sebagai pengakuan resmi pemerintah israel.

Para ahli meyakini 300 pejabat militer dan intelijen itu terlibat dalam invasi ke Jalur Gaza pada 2014 dan kemungkinan akan diadili di ICC.

Sila baca:

Perangi Hamas demi gas

Kenangan Perang Gaza

Sebuah laporan diterbitkan tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015 menyebutkan Israek kemungkinan melakukan kejahatan kemanusiaan selama 50 hari perang berlangsung. Pertempuran ini menewaskan 1.462 warga sipil, termasuk 551 anak.

Laporan Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyimpulkan tingkat kerusakan akibat Perang 2014 itu tidak pernah terbayangkan.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Uni Eropa: Bantuan buat Palestina baru diberikan kalau mau bekerjasama dengan Israel

Beberapa pekan terakhir, Palestina telah meminta pinjaman darurat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa untuk membayar gaji pegawai dan aparat keamanannya.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Pangeran Arab Saudi kecam para pemimpin Palestina

Menurut Pangeran Bandar, reaksi dari Hamas dan pemerintah Palestina menunjukkan kegagalan mereka dalam memperjuangkan nasib bangsa Palestina.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Liga Arab menolak kecam perdamaian UEA-Israel

Sedari awal Liga Arab memang sudah menunjukkan tanda merestui hubungan resmi UEA-Israel. Sebab pertemuan darurat diminta Palestina untuk menyikapi hal itu tidak direspon dan baru dijadwalkan dibahas dalam pertemuan rutin berlangsung kemarin.

Ahmad Yasin (duduk dan berkemeja biru), cucu dari pendiri Hamas Syekh Ahmad Yasin, tengah bermain bareng dua temannya di lokasinya meninggalnya sang kakek akibat serangan rudal Israel di Distrik Sabra, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Menteri Retno: Indonesia baru mengakui Israel jika Palestina telah merdeka dan berdaulat

Negara Palestina merdeka dan berdaulat adalah beribu kota di Yerusalem Timur dengan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, seperti sebelum Perang Enam hari 1967.





comments powered by Disqus