palestina

Liga Arab menolak kecam perdamaian UEA-Israel

Sedari awal Liga Arab memang sudah menunjukkan tanda merestui hubungan resmi UEA-Israel. Sebab pertemuan darurat diminta Palestina untuk menyikapi hal itu tidak direspon dan baru dijadwalkan dibahas dalam pertemuan rutin berlangsung kemarin.

10 September 2020 03:35

Dalam pertemuan Liga Arab secara virtual kemarin, organisasi beranggotakan 22 negara ini gagal mengesahkan sebuah resolusi berisi kecaman terhadap perdamaian tercapai antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel. Rancangan resolusi itu adalah usulan dari Palestina.

UEA dan Israel mencapai kesepakatan buat menormalisasi hubungan pada 13 Agustus dan Selasa pekan depan akan menandatangani dokumen perjanjian damai di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat. UEA menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim keempat mengakui eksistensi negara Zionis itu setelah Turki, Mesir, dan Yordania.

"Setelah tiga jam berdebat, sebagian negara Arab menolak untuk memasukkan kalimat kecaman terhadap UEA lantaran meninggalkan konsensus Liga Arab (dalam konferensi tingkat tinggi di Beirut pada 2022)," kata wakil tetap Palestina di Liga Arab Muhannad al-Akluk kepada Maan News.

Dia menambahkan mereka malah memasukkan klausa mengenai perjanjian tilateral antara UEA, Amerika, dan Israel.

Pejabat senior Liga Arab Husam Zaki mengakui perdebatan soal kesepakatan damai UEA-Israel berjalan serius dan komprehensif, namun tdak mencapai persetujuan untuk mengesahkan resolusi diajukan Palestina. Dia menyalahkan Palestina karena kalau tidak ada kata kecaman atas UEA lebih baik draf resolusi itu tidak usah disahkan.

Palestina mengecam perjanjian damai UEA-Israel, namun dua negara Arab Teluk, Arab Saudi dan Bahrain, menyambut positif momen bersejarah itu. Bahkan Saudi dan Bahrain telah mengizinkan semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh, bukan sekadar rute Israel-UEA, boleh melewati wilayah udara mereka.

Sila baca: Selamat tinggal Palestina

Tidak disahkannya resolusi kecaman kepada UEA merupakan pukulan telak bagi Palestina. Sedari awal Liga Arab memang sudah menunjukkan tanda merestui hubungan resmi UEA-Israel. Sebab pertemuan darurat diminta Palestina untuk menyikapi hal itu tidak direspon dan baru dijadwalkan dibahas dalam pertemuan rutin berlangsung kemarin.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Abdullah Kamil, Gubernur Provinsi Salfit di Tepi Barat, Palestina. (Jerusalem Post)

Gubernur di Palestina perintahkan iklan komersial dan papan nama toko berbahasa Ibrani diganti bahasa Arab

Para pebisnis dan pemilik toko di Provinsi Salfit itu diberi waktu sepekan untuk melaksanakan instruksi ini.

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.





comments powered by Disqus