palestina

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

24 Januari 2020 21:21

Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera melansir kontroversi baru bakal memicu ketegangan secara drastis dan polemik melalui proposal damai buat menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Sebab rencana damai itu paling menguntungkan Israel dari sekian proposal pernah ada.

Mengutip sejumlah sumber di Israel, stasiun televisi Channel 12 melaporkan dalam proposal damai versi Trump disebutkan Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem, termasuk Kota Tua di Yerusalem Timur. Sedangkan kehadiran Palestina di Yerusalem bersifat simbolis, seperti dilansir the Times of Israel.

Negara Zionis itu juga berdaulat atas 120 permukiman dihuni sekitar 400 ribu orang Yahudi di seantero Tepi Barat.

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem. Selain itu, Palestina tidak berwenang terhadap kontrol daerah perbatasan.

Israel juga akan memiliki kontrol keamanan sepenuhnya atas Lembah Yordania. Negara Bintang Daud ini bakal berdaulat terhadap Area C, luasnya 30 persen dari total wilayah Tepi Barat.

Israel akan menerima sebagian kecil pengungsi Palestina untuk menetap di negara itu tanpa mendapat kompensasi.

Kalau Israel menerima proposal damai versi Trump dan Palestina menolak, maka Israel bakal memperoleh sokongan Amerika untuk mencaplok semua permukiman Yahudi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, secara sepihak.

Trump menyatakan akan mengumumkan proposal damai itu sebelum menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih Selasa pekan depan.

Sejatinya, mimpi dan harapan bangsa Palestina memiliki negara merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota sudah lenyap ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump di awal Desember 2017 membikin pengakuan: Yerusalem secara keseluruhan (Yerusalem Barat dan Timur) adalah ibu kota Israel.

Keputusan itu ditindaklanjuti dengan pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem. Tahun lalu, Trump menutuskan semua permukiman Yahudi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, tidak melanggar hukum internasional.

Proposal damai Trump ini memang belum dilansir tapi ketegangan sudah meningkat di Yerusalem Timur. Hamas telah menyerukan semua warga muslim Palestina saban hari memenuhi kompleks Masjid Al-Aqsa buat salat subuh eberjamaah.

Hari ini, ketika salat Jumat dilaksanakan di dalam kompleks Al-Aqsa, sebuah balon membawa bendera Palestina terbang di atasnya.

Ini bisa menjadi pertanda Palestina paling berhak atas Yerusalem Timur atau sebaliknya: selamat tinggal Palestina.

 

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

MUI: Yerusalem bukan ibu kota Israel

Proposal Trump itu sejalan dengan klaim sepihak Israel melalui Hukum Dasar Yerusalem, disahkan Knesset empat dasawarsa lalu.

Seorang tentara Israel terkena lemparan bom molotov dari warga Palestina dalam bentrokan di Kota Hebron, Tepi Barat, 3 Februari 2020. (Human Rights Defender)

OKI tolak proposal damai trump

OKI menyerukan kepada semua negara anggotanya untuk tidak terlibat atau bekerjasama dengan pemerintah Amerika buat melaksanakan proposal damai Trump itu dalam beragam cara.

Sidang darurat Liga Arab berlangsung pada 1 Februari 2020 di Ibu Kota Kairo, Mesir, membahas proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hasilnya, Liga Arab menolak proposal damai Trump. (Courtesy)

Palestina putuskan semua hubungan dengan Amerika dan Israel

Liga Arab menolak proposal damai Trump.

Peta negara Palestina dan Israel versi proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter)

Trump: Israel berdaulat atas Yerusalem

"Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel sangat penting dan tidak dapat dibagi dua (dengan Palestina)," kata Trump dalam pidatonya, ditemani Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di sebelahnya.





comments powered by Disqus