palestina

Arab Saudi kembali tangkapi warga Palestina

Pada Februari 2019, Saudi menangkap 12 warga Palestina. Dua bulan kemudian, lusinan pengusaha, akademisi, dan mahasiswa Palestina dibekuk.

19 Februari 2020 09:30

Polisi Arab Saudi kembali menangkapi warga Palestina bermukim di negara Kabah itu.

Sejumlah dalam komunitas Palestina di Saudi bilang kepada Middle East Eye, pihak berwenang di negara itu telah membekuk lusinan orang Palestina sejak 10 Februari lalu, kebanyakan adalah anak-anak dan kerabat dari warga Palestina ditangkapi dalam gelombang penahanan sebelumnya yakni sejak Februari tahun lalu.

Seorang perempuan Palestina tinggal di Kota Jeddah mengungkapkan kepada Middle East Eye, orang-orang Palestina menetap di Saudi kini merasa bingung dan ketakutan. "Semua orang merasa kuatir gelombang penangkapan akan menyasar mereka karena kebencian meningkat terhadap orang-orang Palestina di Saudi sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota," katanya.

Dia menambahkan beberapa warga Palestina sudah memilih meninggalkan Saudi secara ilegal melalui Yaman dan kemudian pindah ke negara lain.

Organisasi non-pemerintah Euro-Mediterranian Human Rights Monitor menyebutkan tahun lalu Saudi menahan sekitar 60 warga Palestina, namun estimasi lain menyatakan jumlahnya jauh lebih banyak dari itu.

Pada Februari 2019, Saudi menangkap 12 warga Palestina. Dua bulan kemudian, lusinan pengusaha, akademisi, dan mahasiswa Palestina dibekuk. Mereka ditangkap termasuk Muhammad al-Khoudari, kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi.

Seorang pejabat Hamas mengatakan kebanyakan warga Palestina ditangkapi di Saudi adalah anggota Hamas. "Arab Saudi sekarang menargetkan siapa saja terkait perlawanan terhadap penjajahan Israel," ujarnya.

Ismail Haniyah terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada 6 Mei 2017, menggantikan Khalid Misyaal. (Al-Manar)

Pemimpin Hamas bertemu pemimpin Hizbullah di Beirut

Sejak meninggalkan Jalur Gaza akhir tahun lalu, Haniyah sudah berkunjung ke Iran, Irak, Turki, dan terakhir Libanon. Dia kini menetap di Ibu Kota Doha, Qatar.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Selusin anggota senior Hamas dapat kewarganegaraan Turki

Erdogan Sabtu pekan lalu menerima delegasi Hamas dipimpin Haniyah.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Tokoh senior Hamas terinfeksi Covid-19

Mahir Salah terkena Covid-19 setelah bertemu sejumlah pasien menderita virus itu.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pengakuan anggota Hamas membelot ke Israel

Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

bocah gaza

Liga Arab menolak kecam perdamaian UEA-Israel

Sedari awal Liga Arab memang sudah menunjukkan tanda merestui hubungan resmi UEA-Israel. Sebab pertemuan darurat diminta Palestina untuk menyikapi hal itu tidak direspon dan baru dijadwalkan dibahas dalam pertemuan rutin berlangsung kemarin.

10 September 2020

TERSOHOR