palestina

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

20 Januari 2021 12:02

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat terpilih akan dilantik hari ini, menegaskan dirinya tidak akan memindahkan lagi Kedutaan Besar Amerika dari Yerusalem ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel. 

Hal itu disampaikan Tony Blinken, calon menteri luar negeri, saat ditanya Senator Ted Cruz dari Partai Demokrat. "Ya dan ya," kata Blinken. 

Trump di awal Desember 2017 mengumumkan pengakuan Amerika terhadap Yerusalem ibu kota Israel dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Keputusan bersejarah ini diikuti dengan pemindahan Kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei 2018. 

Blinken menekankan pemerintahan Biden akan berusaha keras mewujudkan negara Palestina meski hal itu sulit.

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Ibrahim dan Muhammad Aghbariah berpose bareng orang tua mereka sebelum ditahan Israel pada Februari 1992. (The Palestinian Information Centre)

Dua warga Palestina sudah 30 tahun huni penjara Israel

Meski tinggal dalam penjara, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

Wali Kota Yerusalem Nir Barkat berpose sambil memegang papan penunjuk jalan menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Jerusalem Municipality)

Senat Amerika setujui kedutaan tetap di Yerusalem

Biden memang sudah bilang tidak akan mengembalikan Kedutaan Amerika ke Tel Aviv.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Profesor asal Israel sebut negaranya rezim kolonial dan apartheid

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe.

Foto Marwan Barghuti. (Qassam Barghuti buat Albalad.co)

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.





comments powered by Disqus