palestina

Jihad Islam akan boikot pemilihan umum Palestina

Meski memboikot, Azzam menegaskan Jihad Islam tidak akan mengganggu proses pemilihan umum Palestina.

14 Februari 2021 21:38

Jihad Islam, kelompok terbesar kedua di Jalur Gaza setelah Hamas, kemarin mengumumkan memboikot pemilihan umum Palestina. Keputusan ini membuktikan kesepakatan dicapai dalam pertemuan semua faksi Palestina di Ibu Kota Kairo pekan ini tidak solid.

Palestina akan melangsungkan tiga pemilihan umum tahun ini, yakni pemilihan parlemen pada 22 Mei, pemilihan presiden di 31 Juli, dan pemilihan PNC (Dewan Nasional Palestina) pada 31 Agustus.

Jihad Islam beralasan pihaknya tidak akan mengikuti pesta demokrasi tahun ini karena dilakukan berdasarkan Perjanjian Oslo 1993. Milisi ini juga memboikot pemilihan-pemilihan umum sebelumnya.

Jihad Islam dan Hamas sama-sama menolak Perjanjian Oslo dan keduanya disokong Iran. Kedua pihak menyerukan dibentuknya negara Islam Palestina dengan wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza, dan seluruh Israel saat ini.

Hamas pada 1996 juga memboikot pemilihan umum dengan alasan digelar di bawah payung Perjanjian Oslo. Namun satu dasawarsa kemudian, Hamas ikut dan memenangkan pemilihan parlemen meski tetap menentang Perjanian Oslo. Tahun ini pun, Hamas menyatakan akan berpartisipasi dalam ketiga pemilihan umum.

Sejumlah sumber di Palestina mengungkapkan keputusan Jihad Islam tidak lagi ikut pesta demokrasi bukan hal mengagetkan dan diambil setelah berkoordinasi dengan Iran. Para pemimpin Jihad Islam baru-baru ini bertemu duta besar Iran untuk Rusia di Ibu Kota Moskow, membahas keputusan Presiden Palestina Mahmud Abbas buat melangsungkan pemilihan umum tahun ini.

Keputusan Jihad Islam memboikot pemilihan umum Palestina itu keluar tidak lama setelah mereka menghadiri pertemuan semua faksi Palestina di Kairo. "Jihad Islam tidak bakal ikut serta pemilihan umum lantaran menolak Perjanjian Oslo," kata Syekh Nafidz Azzam, Anggota Biro Politik Jihad Islam.

Dia menambahkan faksi lainnya juga tidak senang dengan hasil dialog di Kairo. Meski memboikot, Azzam menegaskan Jihad Islam tidak akan mengganggu proses pemilihan umum Palestina.

Jihad Islam berharap pemilihan anggota PNC akan membuka jalan bagi rekonstruksi PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).

Jihad Islam dan Hamas tidak tergabung ke dalam PLO.

Faksi-faksi Palestina bakal bertemu lagi di Kairo pekan depan membahas persiapan bagi pemilihan anggota PNC. Dibentuk pada 1964, PNC kerap dianggap parlemen Palestina di pengasingan karena anggotanya mewakili rakyat Palestina di dalam dan di luar Tepi Barat serta Jalur Gaza.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khudari. (Screengrab)

Saudi bebaskan pemimpin Hamas dari penjara

Penangkapan Khudari bagian dari gelombang pembekukan terhadap 68 warga Palestina dan Yordania menjadi pendukung Hamas di negara Kabah itu. 

Umar Barghuti, pejabat senior Hamas di Tepi Barat, meninggal pada 25 Maret 2021 karena terinfeksi virus Covid-19. (Shehab News)

Dua pejabat senior Hamas di Tepi Barat meninggal karena Covid-19

Kematian Umar Barghuti dan Adnan Abu Tabanah berlangsung saat Palestina baru mulai program vaksinasi Covid-19 pekan ini.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah mengadakan pertemuan dengan  tamunya Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad an-Nakhlah di kantornya di Ibu Kota Doha, Qatar, 12 Februari 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Takut Hamas menang, Israel dan Amerika minta Abbas tunda atau batalkan pemilihan umum

Krisis dalam Fatah mencapai puncaknya ketika Abbas memecat keponakan Arafat.





comments powered by Disqus