palestina

Antisipasi demonstrasi anti-Abbas meluas, pemerintah Palestina pesan gas air mata dan bom suara dari Israel

"Meminta bantuan dari musuh adalah kejahatan," kata juru bicara Jihad Islam Tariq Salami.

30 Juni 2021 21:49

Pemerintah Palestina telah mengambil kebijakan ganjil karena memesan perlengkapan antihuru hara kepada Israel.

Menurut sejumlah pejabat Palestina kepada surat kabar Yediot Ahronot, perlengkapan dipesan bagi polisi antihuru hara Palestina untuk menghadapi kemungkinan demonstrasi anti-Presiden Mahmud Abbas meluas di Tepi Barat. Peralatan dipesan dari negara Zionis ini berupa gas air mata dan bom suara.

Unjuk rasa ribuan warga Palestina berlangsung di sejumlah kota di tepi barat sejak Kamis pekan lalu. Mereka mengecam aparat intelijen Palestina menculik sekaligus membunuh Nizar Banat, 44 tahun, aktivis anti-Abbas dari rumahnya di Hebron, Tepi Barat.

Protes massal ini berlangsung di Hebron, Ramallah merupakan pusat pemerintahan Palestina, Bethlehem, dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina marah menuntut Abbas segera lengser. Aparat keamanan Palestina bertindak represif terhadap pengunjuk rasa. Mereka memukuli dan merampas telepon seluler deonstran agar tidak ada kekerasan direkam dan disebarluaskan. Wartawan juga menjadi sasaran tindakan keras aparat.

Juru bicara Jihad Islam Tariq Salami mengecam pembelian perlengkapan antihuru hara dari Israel. "Meminta bantuan dari musuh adalah kejahatan," katanya kepada Quds News Network.

Sedangkan juru bicara Hamas Abdurrahman Syadid menyesalkan tindakan represif aparat keamanan Palestina kepada rakyatnya sendiri. "Pemerintah Palestina tidak hanya melakukan kejahatan membunuh Nizar Banat tapi juga menindas semua suara menyatakan solidaritas kepada keluarga korban," ujarnya kepada Quds News Network.

 

 

Presiden Palestina Mahmud Rida Abbas pada 8 Januari 2022 melantik Salam az-Zawawi menjadi duta besar Palestina untuk Iran. Pelantikan berlangsung di rumah Abbas di Ibu Kota Amman, Yordania. (Shehab Agency)

Salam Zawawi gantikan ayahnya sebagai duta besar Palestina untuk Iran

Abbas disebut sebagai pemimpin Palestina paling korup sepanjang sejarah.

Presiden Palestina Mahmud Abbas di Rumah Sakit Istisyari Arab di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 21 Mei 2018. (Twitter)

Abbas bertamu ke rumah menteri pertahanan Israel

Lawatan ini berlangsung di tengah ambruknya pamor Abbas di mata rakyat Palestina akibat korupsi dan sikap otoriternya terhadap para lawan politiknya.          

Ribuan orang di Jenin, Tepi Barat, pada 12 November 2021 melayat sekaligus mengikuti proses pemakaman Wasfi Qubha, anggota senior Hamas sekaligus mantan Menteri Urusan Tahanan Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Abbas berkoordinasi dengan Israel untuk lemahkan pengaruh Hamas di Tepi Barat

Popularitas Hamas di Tepi Barat kian meroket setelah perang selama sebelas hari melawan Israel Mei lalu.

Kepala Perpustakaan Nasional Palestina Ihab Basaisu dipecat oleh Presiden Mahmud Abbas karena mengecam pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Screencapture/Twitter)

Abbas pecat kepala perpustakaan nasional karena kecam pembunuhan aktivis Nizar Banat

Abbas sudah memperingatkan semua pejabat Palestina untuk tidak membahas kematian Banat.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

kota gaza 2 3

Tujuh anggota Kongres ajukan resolusi agar Amerika akui Nakbah

"Kita harus mengakui kemanusiaan Palestina diabaikan ketika orang-orang menolak mengakui kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi dalam sistem aparthei Israel," ujar Rashida.

17 Mei 2022

TERSOHOR