palestina

Kelompok pro-ISIS di Gaza ledakkan sebuah resor karena gelar konser musik

Ledakan di resor Bianco itu menunjukkan keberadaan kelompok pro-ISIS di Gaza menguat.

09 Agustus 2021 21:27

Kelompok pro-ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Jalur Gaza Jumat malam pekan lalu meledakkan pagar tembok resor Bianco di tepi pantai di Bait Lahiya. Tidak ada korban dalam insiden ini.

Grup Salafi ini menuding resor Bianco, baru dibuka bulan lalu, sehari sebelumnya menggelar konser musik dengan penonton campur antara lelaki dan perempuan bukan mahram. Beberapa anggota kelompok Islam ekstrem ini telah memperingatkan pemilik Bianco agar pertunjukan musik itu dibatalkan namun ancaman tidak dipedulikan.

Pada 5 Agustus, Isa Miqdad, anggota kelompok pro-ISIS itu, menulis di akun Facebooknya. "Hari ini kami pergi ke resor Bianco untuk mencegah kejahatan itu terjadi karena resor ini bakal menggelar pesta musik campur lelaki dan perempuan besok di pantai Bait Lahiya."

Karena itu, Miqdad meminta pemerintah Hamas untuk memerintahkan supaya konser itu dibatalkan. Dia menyerukan kepada semua ulama dan penceramah di Gaza agar konser musik di resor Bianco dibatalkan.

PCHR (Pusat Hak Asasi Manusia Palestina) berkantor di Gaza mengecam serangan bom kelompok Salafi itu. Mereka menyebut tindakan grup pro-ISIS ini bertujuan menakut-nakuti penduduk Gaza.

Padahal, menurut PCHR, resor Bianco mempekerjakan sekitar 120 orang. "Kami menekankan pentingnya untuk mendukung proyek semacam Bianco karena berkontribusi terhadap pariwisata, meningkatkan ekonomi Palestina, menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak muda, dan memitigasi dampak dari blokade terhadap Gaza."

Pemilik resor Bianco, Suhail as-Saqqa, mengakui pada Rabu malam, dirinya didatngi seorang pria mendesak agar konser musik akan diadakan besoknya dibatalkan. Namun Suhail menolak dengan alasan sudah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri Hamas.

Seorang sumber dekat dengan hamas mengungkapkan beberapa tersangka sudah ditangkap.

Ledakan di resor Bianco itu menunjukkan keberadaan kelompok pro-ISIS di Gaza menguat.

 

Pentolan Hamas Yahya Sinwar ketika dibebaskan dari penjara Israel pada 18 Oktober 2011. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

Kepala Biro Politik Hamas mengadakan pertemuan dengan sejumlah keluarga tahanan Palestina di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Albalad.co/Supplied)

Pemimpin Hamas bertemu keluarga tahanan Palestina terpandang

Haniyah juga bertemu keluarga Marwan Barghuti

Abdurrahman Atiyah Abu Khatab mencuri mobil Hyundai Tucson putih milik keponakan dari Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah. Kejadiannya di Kota Gaza pada 21 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Warga Gaza curi mobil milik keponakan pemimpin Hamas

Sejumlah warga Gaza menuding Abu Khatab bekerja sebagai informan bagi Israel.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR