palestina

Penjahit termuda di Gaza

"Kalau sudah besar, saya ingin menjadi perancang busana," tutur Ahmad Abbas, 13 tahun.

07 September 2021 07:47

Di umurnya masih 13 tahun, Ahmad Abbas adalah penjahit termuda di Jalur Gaza. Dia tertarik untuk belajar menjahit di usia sepuluh tahun karena sering melihat ayahnya mengerjakan itu.

"Saya biasa bermain di sekitar mesin jahit ayah saya dan menyukai itu," kata Ahmad kepada the National. Sang ayah mengetahui putranya berminat kemudian mengajarkan cara menjahit dan menyetrika pakaian.

Seiring berjalannhya waktu, Ahmad menjadi mahir melakukan segala hal berkaitan dengan profesi sebagai penjahit pakaian.

Ahmad sudah memiliki pelanggan sendiri datang untuk memperbaiki atau minta dibuatkan pakaian. Salah satunya Aminah Nasar. "Dia pandai menjahit dan hasil kerjanya bagus," ujar Aminah.

Dia merasa nyaman saat diukur oleh Ahmad karena umurnya sebaya putranya. Sehingga Aminah tidak merasa malu.

Ahmad mengerjakan pesanan pelanggan sepulang dari sekolah dan setelah merampungkan tugasnya. "Kalau sudah besar, saya ingin menjadi perancang busana," tuturnya.

 

Pentolan Hamas Yahya Sinwar ketika dibebaskan dari penjara Israel pada 18 Oktober 2011. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

Eran Arav, remaja Israel berumur 19 tahun menolak mengikuti wajib militer. (Screenshot Albalad.co)

Eran Aviv: Saya menolak wajib militer karena menentang penjajahan terhadap Palestina

Dia berharap makin banyak anak-anak muda di negara Zionis itu mengambil posisi serupa. "Ini bisa menjadi tekanan bagi pemerintah untuk mengakhiri penjajahan atas Palestina," tutur Arav.

Keluarga miskin di Jalur Gaza pada 14 Oktober 2021 mulai menerima bantuan uang tunai dari Qatar sebesar 320 shekel (kini setara Rp 1,4 juta). (Albalad.co/Supplied)

Keluarga miskin Gaza kembali terima bantuan uang tunai dari Qatar

Bantuan diberikan dalam bentuk mata uang Israel, shekel.

Kepala Biro Politik Hamas mengadakan pertemuan dengan sejumlah keluarga tahanan Palestina di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Albalad.co/Supplied)

Pemimpin Hamas bertemu keluarga tahanan Palestina terpandang

Haniyah juga bertemu keluarga Marwan Barghuti





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR