palestina

Identitas enam tahanan Palestina kabur dari penjara Israel

Muhammad al-Aridah ditangkap pada 2002 dan divonis hukuman penjara tiga kali seumur hidup ditambah 20 tahun.

07 September 2021 19:30

Perburuan besar-besaran tengah dilakukan oleh tentara, polisi, dan Shin Bet (dinas rahasia dalam negeri Israel) sedang melakukan perburuan besar-besaran terhadap enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel. Pasukan militer menerapkan blokade jalan di beragam wilayah di Tepi Barat, Palestina, agar keenam tahanan itu.

Berikut identitas dari keenam tahanan Palestina lari lewat terowongan mereka gali selama beberapa bulan terakhir:

Zakaria Zubaidi

Dia adalah figur paling tersohor dari keenam tahanan Palestina berhasil lolos dari Penjara Gilboa. Lelaki 45 tahun ini merupakan dalang dari serangan terhadap kantor cabang Partai Likud di Beit Shean pada 2002 dan menewaskan enam orang.

Zubaidi adalah mantan komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa (sayap militer Fatah) untuk wilayah Jenin, Tepi Barat. Dia ditangkap pada 2009 karena dicurigai terlibat dalam penembakan di Beit El. Dia merupakan salah satu buronan nomor wahid Israel di Tepi Barat selama bertahun-tahun.

Saudara kandung lelaki dan ibunya tewas ketika dirinya melawan pasukan israel menghancurkan rumahnya di Jenin. Dalam sebuah wawancara, dia meyakini perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menghadapi penjajah Israel.

Iham Kamamji

Pria 35 tahun ini adalah penduduk Kafr Dan di Jenin. Dia ditangkap pada 2006 dan divonis hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan membunuh Eliyahu Asheri.

Kamamji, anggota Jihad Islam, menculik Asheri, 18 tahun, di dekat pintu masuk permukiman Ofra di Tepi Barat. Dia menembak kepala korban dan menenggelamkan mayatnya ke danau. Jenazah korban lalu ditemukan di kawasan At-Tira, Ramallah.

Kamamji juga terbukti bersalah merencanakan serangan bom bunuh diri menggunakan mobil dengan bahan peledak hampir seratus seratus kilogram.

Yaqub Qadri

Lelaki 39 tahun dari Desa Bir al-Basya di Jenin, Tepi Barat, ini dinyatakan bersalah merencanakan dan menyerang sejumlah warga Israel. Dia juga anggota Brigade Saraya al-Quds (sayap militer Jihad Islam).

Qadri ditahan pada 2003 dan dihukum dua kali penjara seumur hidup dan 35 tahun.

Mahmud al-Aridah

Pria 46 tahun warga Arraba di Jenin, Tepi Barat, ini merupakan tokoh senir di Brigade Saraya al-Quds. Dia dibekuk pada 1996 dan dipenjara seumur hidup karena menyerang orang Israel.

Muhammad al-Aridah

Lelaki 39 tahun, juga dari Arraba, ini ditangkap pada 2002 dan divonis hukuman penjara tiga kali seumur hidup ditambah 20 tahun. Dia juga anggota Brigade Saraya al-Quds.

Munadal Nafiyat

Pria 26 tahun dari Yabad, Jenin, ini baru dua tahun mendekam dalam Penjara Gilboa. Dia juga anggota Jihad Islam.

Enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. Mereka ditangkap lagi dalam dua pekan. (Israel Prison Service)

Enam tahanan Palestina kabur dan telah ditangkap, dipindah ke lima penjara berbeda

Lima dari tahanan kabur itu anggota Jihad Islam, sedangkan Zubaidi dari Fatah.

Daftar enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Takut diketahui, enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa sehari lebih dulu dari rencana

Mereka merangkak dalam terowongan selama setengah jam sebelum keluar melalui lubang di luar tembok penjara.

Daftar enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Biaya untuk buru enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa setidaknya Rp 43 miliar sehari

Ongkos ini termasuk untuk menurunkan ratusan personel gabungan dari militer, Shin Bet, dan Yamam.

Iham Kamamji (kiri) dan Munadal Nafiyat ditangkap pasukan keamanan Israel pada 18 September 2021 di Jenin, Tepi Barat, Palestina. (Shin Bet)

Israel tangkap dua buronan terakhir kabur dari Penjara Gilboa

Penangkapan Kamamji dan Nafiyat itu mengakhiri perburuan terbesar sepanjang sejarah Israel terhadap keenam tahanan Palestina lari Penjara Gilboa. 





comments powered by Disqus