palestina

Taliban: Kami tidak akui Israel karena masih jajah Palestina

Hingga saat ini, sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

10 September 2021 20:56

Taliban menolak mengakui Israel atau menjalin hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu selama mereka masih menjajah Palestina.

"Sikap kami sama dengan negara-negara muslim lainnya, termasuk Indonesia. Kami tidak mau membina relasi resmi dengan Israel karena mereka menjajah Palestina," kata juru bicara Taliban Suhail Syahin kepada Albalad.co melalui telepon WhatsApp malam ini.

Dia membantah pemerintahan baru Taliban akan dilantik besok atau bertepatan dengan ulang tahun ke-20 invasi Amerika Serikat ke Afghanistan serta serangan 11 September terhadap New York dan Washington DC.

Hingga saat ini, sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Bermula dari Turki pada 1949 atau setahuan setelah negara Bintang Daud itu dibentuk. Kemudian disusul oleh Mesir (1979), Yordania (1994), Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko (2020), serta Kosovo (1 Februari 2021).

 

Pemukim Yahudi pada 27 September 2021 memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sambil membawa bendera Israel. (Al-Qastal)

770 pemukim Yahudi terobos Masjid Al-Aqsa sambil kibarkan bendera Israel

Provokasi kian menguat karena pasukan Israel melarang warga Palestina memasuki Al-Aqsa. Mereka juga menangkap seorang pemuda Palestina sedang salat.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bennett: Tidak akan pernah ada negara Palestina

"Saya kira gagasan itu sebuah kesalahan mengerikan. Saya tidak akan mendukung ide ini."

Pemimpin intifadah Marwan Barghuti mendekam dalam Penjara Hadarim di Israel sejak 2002. Dia divonis lima hukuman penjara lima kali seumur hidup dan 40 tahun. (The Palestinian Prisoners Club)

Israel masih tahan 226 mayat tahanan Palestina

Bahkan sejak 2015, sudah 81 warga Palestina wafat di penjara Israel dan jenazahnya belum diserahkan kepada kerabat mereka. 





comments powered by Disqus