palestina

Kelaparan dan kehausan selama dalam pelarian

Muhammad al-Aridah, 39 tahun, untuk pertama kali dalam dua dasawarsa makan buah. Dan dia melahap pir berduri ketika sedang diburu pasukan keamanan negara Zionis itu.

16 September 2021 10:39

Tiga dari empat tahanan Palestina telah ditangkap lagi setelah kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel bercerita tentang bagaimana mereka bertahan selama dalam pelarian. Kelaparan, kehausan, dan girang karena kebebasan mereka alami.

Muhammad al-Aridah, 39 tahun, untuk pertama kali dalam dua dasawarsa makan buah. Dan dia melahap pir berduri ketika sedang diburu pasukan keamanan negara Zionis itu.

Aridah sudah mendekam dalam Penjara Gilboa sejak 2002 setelah divonis kurungan seumur hidup atas dakwaan menjadi anggota Brigade Saraya al-Quds (sayap militer Jihad Islam) dan terlibat pembunuhan beberapa tentara Israel. Keinginan untuk bertemu ibunya lagi menguatkan niatnya menggali terorowngan buat meloloskan diri dari Penjara Gilboa.

"Saya telah berkeliling wilayah Palestina dijajah Israel. Saya ingin memperoleh kebebasan dan bertemu ibu saya," kata Muhammad kepada pengacaranya, Khalid Mahajna.

Muhammad dibekuk Sabtu subuh pekan lalu bareng Zakaria Zubaidi di Nazareth, wilayah berpenduduk mayoritas orang Palestina.

Di tempatnya ditahan sekarang di Jalamah, dekat Haifa, Muhammad mendapat perlakuan buruk dan kasar. Dia juga dipukuli ketika ditangkap.

Yaqub Qadri dan Mahmud al-Aridah dicokok sehari sebelumnya. Meski begitu, keempat tahanan Palestina ini baru dibolehkan berbicara dengan kuasa hukum mereka Selasa lalu.

Mahajna bilang polisi Israel memukuli kliennya itu dengan brutal. Dia diancam ditembak mati dan kepalanya dibentukan ke lantai. Muhammad baru tidur sepuluh jam setelah ditangkap lagi. Dia kurang makan, ditahan dalam sel kecil, dan terus diawasi.

Muhammad bercerita dirinya dan Zakaria tidak minum setelah masuk terowongan saat kabur. Saking hausnya, keduanya tidak lagi kuat berjalan. Mereka ditangkap lantaran kebetulan polisi israel lewat dekat tempat mereka bersembunyi.

Zakaria, 46 tahun, adalah mantan komandan Brigade Syuhada al-Aqsa (sayap militer Fatah) di Jenin. Dia mengungkapkan kepada pengacaranya, Avigdor Feldman, polisi memukuli dia membabi buta sehingga mematahkan tulang pipi dan beberapa rusuknya. Dia masih merasa kesakitan.

Zakaria mengaku bukan perenca kabur. Rancangan untuk lari dari Penjara Gilboa dibuat oleh lima teman satu selnya merupakan anggota Jihad Islam.

Dia baru tahun rencana itu di menit-menit akhir, setelah sehari sebelumnya dipindah ke sel tempat terowongan digali. Setelah melihat lubang terowongan, dia memutuskan ikut lari.

Selama dalam pelarian, Muhammad dan Zakaria bertahan hidup dengan makan pir berduri dan kurma.

Mahmud al-Aridah menjelaskan kepada kuasa hukumnya, Raslan Mahajnah, mereka memutuskan untuk berpisah setelah tiba di sebuah masjid di Dewa Naura. Dia memilliki sebuah radio kecil untuk mengikuti berita perburuan mereka oleh pasukan keamanan Israel.

Dia menekankan dia satu-satunya membuat rencana untuk kabur dan menggali terowongan. Mereka mulai menggali sedari Desember tahun lalu.

Mahmud dan Yaqub tadinya ingin menyebrang ke Tepi Barat, berjarak hanya empat kilometer sebelah selatan Penjara Gilboa. Tapi karena penjagaan ketat pasukan keamanan israel, keduanya mengubah rencana.

Muhammad, Zakaria, dan Mahmud sepakat menghindari desa berpenduduk warga Palestina sebisa mungkin agar mereka tidak kena getahnya.

Mahmud membantah mereka ditangkap karena laporan seorang warga Palestina. Dirinya dan Yaqub dibekuk karena memang ketahuan.

Mahmud terharu mengetahuyi dukungan penduduk nazareth dan rakyat Palestina lainnya atas kenekatan mereka kabur dari penjara Gilboa.

Dua kolega mereka, Iham Kamamji dan Munadal Nafiyat, masih diburu dan diyakini sudah berada di Tepi Barat.

 

Enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. Mereka ditangkap lagi dalam dua pekan. (Israel Prison Service)

Enam tahanan Palestina kabur dan telah ditangkap, dipindah ke lima penjara berbeda

Lima dari tahanan kabur itu anggota Jihad Islam, sedangkan Zubaidi dari Fatah.

Daftar enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Takut diketahui, enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa sehari lebih dulu dari rencana

Mereka merangkak dalam terowongan selama setengah jam sebelum keluar melalui lubang di luar tembok penjara.

Daftar enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Biaya untuk buru enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa setidaknya Rp 43 miliar sehari

Ongkos ini termasuk untuk menurunkan ratusan personel gabungan dari militer, Shin Bet, dan Yamam.

Iham Kamamji (kiri) dan Munadal Nafiyat ditangkap pasukan keamanan Israel pada 18 September 2021 di Jenin, Tepi Barat, Palestina. (Shin Bet)

Israel tangkap dua buronan terakhir kabur dari Penjara Gilboa

Penangkapan Kamamji dan Nafiyat itu mengakhiri perburuan terbesar sepanjang sejarah Israel terhadap keenam tahanan Palestina lari Penjara Gilboa. 





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR