palestina

Sudan ambil alih aset Hamas

Hamas menjadikan negara Afrika ini sebagai tempat transit untuk beragam senjata dari Iran dan negara lainnya akan dikirim ke Jalur Gaza. 

26 September 2021 17:05

Satuan tugas dibentuk pemerintah Sudan telah merampas setidak sebelas perusahaan milik Hamas. 

Berdasarkan informasi dihimpun oleh Albalad.co, jatuhnya rezim Presiden Umar al-Basyir pada April merupakan pukulan telak bagi Hamas. Banyak anggota senior Hamas lari ke Turki membawa fulus, namun 80 persen aset masih tertinggal di Sudan. 

Sudan juga mencabut keaarganegaraan anggota Hamas. 

Selama tiga dasawarsa berkuasa, Basyir memberikan kebebasan untuk Hamas di Sudan. Hamas menjadikan negara Afrika ini sebagai tempat transit untuk beragam senjata dari Iran dan negara lainnya akan dikirim ke Jalur Gaza. 

Sudan juga menjadi tempat Hamas berinvestasi dan mereka memperoleh status bebas pajak. Hamas memiliki jaringan makanan cepat saji dan sebuah stasiun televisi di Sudan. 

Melalui beragam perusahaan, Hamas mempunyai lahan seluas empat kilometer persegi di Sudan. Hamas juga memiliki sebuah hotel mewah di kawasan elite di Ibu Kota Khartum. 

April lalu, Sudan menangkap pengusaha Abdul Basit Hamzah mengelola sepuluh perusahaan kepunyaan Hamas. Dia memiliki aset senilai US$ 1,2 miliar.

 

Keluarga miskin di Jalur Gaza pada 14 Oktober 2021 mulai menerima bantuan uang tunai dari Qatar sebesar 320 shekel (kini setara Rp 1,4 juta). (Albalad.co/Supplied)

Keluarga miskin Gaza kembali terima bantuan uang tunai dari Qatar

Bantuan diberikan dalam bentuk mata uang Israel, shekel.

Kepala Biro Politik Hamas mengadakan pertemuan dengan sejumlah keluarga tahanan Palestina di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Albalad.co/Supplied)

Pemimpin Hamas bertemu keluarga tahanan Palestina terpandang

Haniyah juga bertemu keluarga Marwan Barghuti

Kepala Pemakaman Muslim di Yerusalem Mustafa Abu Zahra menunjukkan gigi dari penghuni pemakaman muslim Yusufiyah di Yerusalem Timur, Palestina. (Al-Qastal)

Israel buldoser pemakaman muslim dekat Al-Aqsa

Israel memang berencana mendirikan taman di atas lahan pekuburan Yusufiyah.

Peziarah Yahudi sedang berdoa dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Pengadilan Tinggi Yerusalem batalkan izin berdoa bagi kaum Yahudi di Al-Aqsa

Memang tidak ada undang-undang di Israel melarang umat Yahudi berdoa di Al-Aqsa. Tapi demi keamanan dan mencegah konflik meluas, pemerintah melarang non-muslim berdoa di Al-Aqsa.





comments powered by Disqus