palestina

Pengadilan Tinggi Yerusalem batalkan izin berdoa bagi kaum Yahudi di Al-Aqsa

Memang tidak ada undang-undang di Israel melarang umat Yahudi berdoa di Al-Aqsa. Tapi demi keamanan dan mencegah konflik meluas, pemerintah melarang non-muslim berdoa di Al-Aqsa.

10 Oktober 2021 19:42

Pengadilan Tinggi Yerusalem telah membatalkan izin berdoa bagi kaum Yahudi di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina. Putusan ini dikeluarkan menanggapi banding dilakukan oleh kepolisian Israel terhadap vonis diterbitkan Pengadilan Distrik Yerusalem Selasa lalu.

Pengadilan Distrik Yerusalem membolehkan penganut Yudaisme berdoa secara hening atau dengan suara pelan di kompleks Al-Aqsa. Ketetapan ini memicu kemarahan warga Palestina.

Takut memicu ketegangan dan konflik membesar, kepolisian israel mengajukan banding atas putusan itu dan akhirnya menang.

Menteri Keamanan Masyarakat Israel Omer Bar Lev memperingatkan perubahan sattus quo di Al-Aqsa dapat membahayakan kedamaian.

Meski begitu, faktanya, saban hari ratusan peziarah Yahudi dengan kawalan ketat pasukan keamanan Israel bebas memasuki kompleks Al-Aqsa. Mereka bahkan dibiarkan berdoa asal tidak berisik. Fenomena ini sudah berlangsung secara signifikan sejak tahun lalu.

Memang tidak ada undang-undang di Israel melarang umat Yahudi berdoa di Al-Aqsa. Tapi demi keamanan dan mencegah konflik meluas, pemerintah melarang non-muslim berdoa di Al-Aqsa.

Israel telah mencaplok Yerusalem Timur setelah menang dalam perang Enam hari, Juni 1967.

Kepala Pemakaman Muslim di Yerusalem Mustafa Abu Zahra menunjukkan gigi dari penghuni pemakaman muslim Yusufiyah di Yerusalem Timur, Palestina. (Al-Qastal)

Israel buldoser pemakaman muslim dekat Al-Aqsa

Israel memang berencana mendirikan taman di atas lahan pekuburan Yusufiyah.

Peziarah Yahudi di Al-Aqsa pada 27 September 2021. (Facebook)

Israel izinkan warga Yahudi berdoa di Al-Aqsa

Ini keputusan pertama dikeluarkan oleh pengadilan negara Zionis itu.

Warga Palestina di Jalur Gaza menjadi korban serangan udqra Israel. (Maydan al-Quddus)

Indonesia, Malaysia, dan Brunei minta pasukan perdamaian ditempatkan di Yerusalem Timur

Sebagai penjajah, Israel tidak berhak atas Yerusalem Timur dan Al-Aqsa," kata OKI.

Salinan surat dari pemimpin Hamas Ismail Haniyah kepada Presiden Joko Widodo, meminta dukungan buat bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Pemimpin Hamas minta dukungan Jokowi untuk bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur

Menanggapi serbuan pasukan keamanan Israel ke Al-Aqsa telah melukai ratusan orang, termasuk membuat buta tiga warga Palestina, kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza sejak kemarin saling serang dengan negara Zionis itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR