pelesir

GCC berencana terapkan visa tunggal

Warga dari 35 negara nantinya bisa mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman hanya dengan satu visa.

20 Oktober 2014 00:39

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berencana menerapkan visa tunggal bagi pelancong dan pebisnis dari 35 negara Arab dan negara lain.

Samira al-Gharib, Direktur Pariwisata Kementerian Perdagangan Kuwait, mengatakan kepada sebuah surat kabar lokal, menteri-menteri dalam negeri GCC tengah menggodok rencana pemberlakuan visa tunggal itu.

Warga dari 35 negara itu nantinya bisa mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman hanya dengan satu visa. "Visa bersama ini menyasar orang-orang biasa bepergian ke negara GCC," kata Samira.

Lantaran masih begitu banyak hambatan, Samira mengatakan visa tunggal GCC ini tidak bisa diberlakukan tahun depan. Sistem satu visa ini merupakan satu dari tujuh rekomendasi disampaikan untuk memajukan pariwisata di kawasan Teluk Persia.

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus