pelesir

Tiruan Burj al-Arab di India

Menurut pemiliknya, Rajinder Kumar, dia belum mendapat gugatan hukum dari Jumairah Group atas pelanggaran hak cipta.

08 Mei 2015 01:39

Burj al-Arab, hotel ikonik di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, ternyata memiliki saudara kembar.

Tiruan hotel setinggi 280 meter itu terdapat di Desa Phagwara, Provinsi Punjab, India. Pemiliknya adalah Rajinder Kumar. Hotel tiga lantai ini tersohor di kalangan penduduk setempat lantaran tarif kamarnya murah dan keren buat menjadi tempat makan malam.

Kumar mengaku hingga kini belum ada gugatan dari pemilik Burj al-Arab di Dubai karena pelanggaran hak paten. "Secara pribadi saya belum mendapat pemberitahuan soal gugatan hukum dari mereka. Ketika saya berselancar di Internet, saya pernah membaca Jumairah Group (pemilik Burj al-Arab) mungkin akan mengajukan gugatan hukum," katanya kepada kantor berita Aninews.in. "Tapi saya pikir kami berada di negara kami dan bebas melakukan apa saja."

Kumar menyatakan belum pernah ke Dubai. Dia terinspirasi membangun hotel murah mirip Burj al-Arab di desanya karena mempunyai tanah berbentuk segitiga.

Burj al-Arab, berlokasi di sebuah pulau buatan di Dubai, diresmikan pada 1999. Bagian hukum Jumairah Group mengetahui soal replika hotel mereka setelah muncul di pelbagai media tahun lalu.

Satu-satunya hotel berbintang tujuh sejagat ini dibangun dengan anggaran US$ 650 juta. Burj al-Arab - hotel tertinggi ketiga di dunia setelah Hotel JW marriott Marquis dan Hotel Rose Raihan (keduanya juga di Dubai) - berlantai 56, termasuk tiga lantai di bawah tanah.

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus