pelesir

Ribuan pelancong Eropa tinggalkan Tunisia

Mereka sudah tidak merasa aman setelah serangan teror di Kota Sousse menewaskan 39 turis.

28 Juni 2015 14:02

Sehari setelah serangan teror menewaskan 39 pelancong asing, agen-agen perjalanan sejak kemarin mulai memulangkan ribuan wisatawan Eropa dari Tunisia.

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengklaim bertanggung jawab atas insiden di sekitar Hotel Imperial Marhaba di Kota Sousse, sekitar 140 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Tunis itu. Pelaku bernama Saifuddin Rezgui, 24 tahun, warga Tunisia.

Ini merupakan serangan teror terparah setelah Maret lalu dua lelaki bersenjata, juga orang Tunisia, menembak mati 21 turis asing di Museum Bardo, Tunis.

Menteri pariwisata Tunisia menilai serangan teror Jumat lalu itu sebagai petaka. Pemerintah langsung mengambil langkah pengamanan, termasuk menutup 80 masjid dianggap ilegal, memanggil tentara cadangan, dan mempersenjatai polisi wisata di pantai serta hotel-hotel.

Salwa Kadri, komisioner pariwisata Sousse, bilang lebih dari tiga ribu pelancong asing sudah meninggalkan kota itu kemarin, termasuk 2.220 warga Inggris dan hampir 600 lainnya asal Belgia.

"Kami tidak mau tinggal di sini lebih lama lagi, kami hanya ingin bertemu keluarga, orang tua kami...jadi kami mau pergi secepatnya," kata Hannah Russel, turis dari Inggris, tengah menunggu pesawat di Bandar Udara Ennfida.

Sarah Maeson, ingin kembali ke Kota Manchester, Inggris, mengatakan, "Kami tidak merasa aman. Suara sirene dan helikopter tiada henti benar-benar tidak menghapus kecemasan kami."

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus