pelesir

London tempat piknik kesukaan warga UEA

Miami jadi tempat berlibur favorit kedua.

05 September 2015 02:01

Ibu Kota London, Inggris, menempati posisi teratas sebagai tujuan berlibur warga Uni Emirat Arab (UEA), menurut hasil survei dilakoni British Airways.

London memang dikenal dengan beragam bangunan kuno dan modern tersohor, seperti Big Ben, Istana Buckingham, dan London Eye. Jajak pendapat bikinan maskapai asal Inggris itu menyebutkan satu dari empat orang UEA menyukai London untuk berpiknik.

Tempat liburan kedua digemari warga negara Arab supertajir itu adalah Kota Miami, Amerika Serikat, dipilih 18 persen responden. Kemudian disusul Pantai Almafi di Italia, meraih 17 persen suara.

Kawasan elite Kinghtsbridge dan Kensington di London saban puncak liburan musim panas, Juli-Agustus, memang dibanjiri pelancong Arab supertajir dari negara-negara Arab Teluk, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan UEA.

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus