pelesir

Lima perancang pakaian kelas atas di Timur Tengah

Fatimah Fardan, desainer asal Uni Emirat Arab, baru pertama kali tampil dalam fashion Forward tahun ini.

27 Oktober 2015 12:14

Fashion Forward, pagelaran busana terbesar di Timur Tengah, pekan ini berlangsung di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Pameran busana tahunan kelima ini menyajikan rancangan para desainer kelas atas di kawasan itu. Lima di antara mereka adalah:

Masyail ar-Rajhi (Arab Saudi)

Rajhi, kelahiran Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, merupakan sarjana jurusan bisnis dan desain fesyen sebelum mulai meluncurkan merek sendiri diberi nama Masyail Arrajhi pada 2013. Label ini sangat mendominasi dalam Fashion Forward tahun ini.

Dalam pagelaran kali ini dia menampilkan koleksi bernama Dichotomy SS16. "Ada sentuhan minimalis dengan menggunakan hitam dan putih," kata Masyail kepada Al-Arabiya. "Dua warna ini sederhana, tapi menghasilkan makna tersendiri."

Masyail, 26 tahun, juga memiliki merek lain disebut Micci & Mishi. Dia memulai debutnya dalam pameran fesyen di Paris (Prancis) dan London (Inggris).

Fatimah Fardan (Uni Emirat Arab)

Desainer asal Uni Emirat Arab ini tahun lalu meluncurkan rumah busana diberi nama Fatimah Fardan Design.

Lulusan dari jurusan desain busana dan pemasaran di Universitas Regents, Ibu Kota London, itu baru pertama kali menampilkan rancangannya di Fashion Forward tahun ini. Koleksinya dipengaruhi oleh budaya negara asalnya ditambah sentuhan modern. "Ini pengalaman amat mengagumkan dan saya berharap bisa tampil lagi tahun depan," kata Fatimah.

Fatimah mengakui fesyen masih sangat baru bagi kawasan Timur Tengah. "Kami masih belum mampu bersaing dengan London, New York, atau Milan," ujarnya.

Februari lalu Fatimah menjadi desainer pertama Uni Emirat Arab menampilkan koleksinya dalam pagelaran busana di Kota New York, Amerika Serikat.

Husain Bazaza (Libanon)

Bazaza memperoleh penghargaan Prix De Stylisme untuk proyek buat kelulusannya empat tahun lalu. Dia kuliah di ESMOD dan bekerja di nama-nama tersohor dalam industri fesyen di dunia Arab, seperti Elie Saab serta Maison Rabih Kairuz.

Lelaki asal Libanon ini meraih penghargaan sebagai desainer debutan terbaik di Timur Tengah oleh majalah Elle.

Tahun ini dia meraih Desainer Pendatang Baru Terbaik untuk Middle East Fashion Awards 2015.

Lama Jouni (Libanon)

Setelah menyelesaikan studinya di Parsons Pairs, Lama bekerja untuk desainer ternama, termasuk Balmain, Rad Hourani, dan Reed Krakoff.

Dua tahun lalu dia mulai meluncurkan merek sendiri dan dia sudah lebih dari sekali ikut serta dalam Fashion Forward.

House of Nomad (Mesir/Uni Emirat Arab)

Duet Ahmad as-Sayyid dari Mesir dan Saleh al-Banna dari Uni Emirat Arab memperkenalkan merek mereka tahun lalu.

Sayyid adalah lulusan dari Virginia Commonwealth University di Qatar, sedangkan Banna sarjana desain grafis dari The American University di Dubai.

Kedua perancang ini memiliki kekhususan di pakaian olahraga nan mewah dengan label House of Nomad.

Batu Belah tempat keluar air minum bagi Bani Israil berlokasi di Gunung Sinai, Madyan, Arab Saudi. (Living Passages)

Rombongan peziarah Kristen pertama kunjungi Arab Saudi

Gunung Sinai asli berada di Arab Saudi bukan di Mesir.

Gadis Arab Saudi berabaya dan bercadar serba hitam bergoyang pantat saat menonton sebuah konser di Ibu Kota Riyadh. (Twitter)

Polisi Saudi tangkap gadis karena bergoyang pantat saat menonton konser

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi bulan lalu mengeluarkan panduan berperilaku di muka umum bagi pelancong asing. Siapa saja melanggar bakal dikenai denda, mulai 50 riyal hingga enam ribu riyal.

Ratu kecantikan asal Iran Bahareh Zare Bahari. (Facebook)

Ratu kecantikan Iran minta suaka di Filipina

"Kalau mereka (Filipina) mendeportasi saya, mereka (Iran) akan memenjarakan saya setidaknya 25 tahun jika mereka tidak membunuh saya," kata Bahareh.





comments powered by Disqus