pelesir

Mal Dubai tujuan pelesir paling banyak dikunjungi di dunia

Mal Dubai tahun lalu kebanjiran 80 juta pengunjung.

11 Februari 2015 02:05

Mal Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi tujuan pelesir paling diminati di dunia. Selama tahun lalu pusat belanja terbesar sejagat ini kebanjiran 80 juta pengunjung, menurut catatan Business Insider.

Peringkat kedua ditempati Times Square, New York, dengan 39,2 juta pengunjung, disusul Central Park, New York (37,5 juta), Union Station, Washington D.C. (32,85 juta), air terjun Niagara (22,5 juta), Disneyworld's Magic Kingdom Orlando (17,5 juta), Menara Eiffel (7 juta).

"Ini pencapaian bersejarah lainnya buat Dubai dengan rekor 80 juta pengunjung ke Mal Dubai pada 2014," kata Muhammad Alabbar, bos Emaar Malls Group, pengelola Mal Dubai. "Tidak ada tujuan wisata lain di dunia ini bahkan bandar udara sekali pun bisa menyamai rekor dicapai Mal Dubai."

Pendapatan diperoleh Mal Dubai, beroperasi sejak awal November 2008, menyumbang lima persen dari keseluruhan produk domestik bruto Kota Dubai. Pusat belanja memiliki 1.200 toko serta 200 gerai makanan dan minuman ini tahun lalu mengalami kenaikan angka penjualan 14 persen.

Hotel Aloft akan beroperasi di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 2025 akan menjadi hotel terbesar di dunia. (Marriott)

Hotel terbesar di dunia akan beroperasi di Makkah pada 2025

Hotel Aloft di seberang pintu masuk Masjid Al-Haram direncanakan memiliki seribu kamar.

Harimau Arab. (Saudi 24 News)

Saudi berlakukan denda Rp 1,5 miliar bagi pemburu harimau Arab

Siapa saja berburu tanpa izin buat pertama kali bakal didenda Rp 37,5 juta.

Penhyanhyi asal Kiuwait Ibtisam Hamid, dikenal dengan nama Basma al-Kuwaitiyah, pada Februari 2021 mengumumkan telah keluar dari Islam dan menjadi penganut Yudaisme. (Screencapture/Twitter)

Penyanyi Kuwait pindah agama jadi penganut Yudaisme

Langkah Basma ini mengikuti jejak penyiar Kuwait Muhammad Mukmin. Dia bulan lalu mengumumkan lewat media sosial, dirinya telah keluar dari Islam dan menjadi pengikut Yesus.

Pembangunan pagar beton dimulai pada 2020 di kawasan wisata Syarm asy-Syekh di tepi Laut Merah, Semenanjung Sinai, Mesir. (Guardian/Anonymous)

Mesir bangun pagar beton sepanjang 36 kilometer buat lindungi para pelancong di Syarm asy-Syekh

Mesir tahun lalu meresmikan sebuah museum dengan koleksi beragam artefak negara Nil itu di Syarm asy-Syekh. Universitas Raja Salman juga sudah beroperasi di sana.





comments powered by Disqus