pelesir

Sindrom Yerusalem

Sindrom ini hanya terjadi pada orang Yahudi dan Nasrani, bukan muslim.

27 Maret 2016 03:48

Seorang guru sekolah asal Irlandia datang ke sebuah rumah sakit di Yerusalem. Dia yakin sekali bakal melahirkan bayi Yesus meski sebenarnya tidak hamil.

Seorang pelancong dari Kanada percaya dirinya reinkarnasi Samson berusaha menghancurkan Tembok Ratapan.

Seorang lelaki Austria menerobos masuk ke dapur hotel tempat dia menginap karena koki menolak menyajikan makanan terakhir, seperti disantap Yesus dan pengikutnya.

Itu sebagian kecil contoh dari apa yang dikenal dengan sebutan Sindrom Yerusalem, fenomena di mana sejumlah pelancong asing tiba-tiba saja berkhayal mereka menjadi tokoh seperti diceritakan dalam Alkitab.

Kementerian Kesehatan Israel mencatat ada 50 kasus Sindrom Yerusalem saban tahun. Namun lebih banyak lagi insiden serupa tidak terdokumentasi terjadi di jalan-jalan di Kota Tua, Yerusalem Timur.

Rumah-rumah sakit di Yerusalem memperkirakan kasus serupa bakal terjadi saat Yerusalem kebanjiran ribuan peziarah ingin merayakan Paskah atau kematian Yesus akhir pekan ini. Kini sudah lazim kantor-kantor perwakilan asing diberitahu untuk bersiap menghadapi kejadian semacam itu.

Khalayan ini bisa saja terjadi lantaran suasana religius di Yerusalem begitu kental. Kota kuno telah dihuni lebih dari tiga ribu tahun ini menjadi kota suci bagi tiga agama: Yahudi, Nasrani, dan Islam.

Bukti adanya Sindrom Yerusalem ini sudah ada sejak Abad Pertengahan. J.E. Haneuer, pelancong sekaligus pendeta dari Inggris pernah menulis pada 1870: "Sebuah fakta ganjil banyak orang Amerika tiba di Yerusalem menjadi gila atau kehilangan akal."

Para ahli kejiwaan modern menilai ilusi itu sengaja diciptakan dan untuk menarik perhatian. "Sebuah tindakan mereka yakini sepenuhnya benar," kata Dr Moshe Kalian, ahli kejiwaan di Yerusalem. Mereka ini orang-orang memiliki riwayat sakit jiwa di negara asal.

Menariknya, Sindrom Yerusalem hanya terjadi di kalangan penganut Nasrani dan Yahudi. "Walau Yerusalem disucikan oleh tiga agama monotheis besar...tidak ada catatan sindrom itu terjadi pada muslim," tulis sebuah penelitian pada 1999.

 

Pemerintahan Taliban di Afghanistan. (Albalad.co/Supplied)

Etnis Pastun diyakini keturunan Bani Israel

Tradisi orang-orang Pastun memiliki kesamaan dengan bangsa Yahudi, yakni sunat bagi bayi lelaki di hari kedelapan setelah dilahirkan, tidak mencampurkan susu dengan daging, menyalakan lilin menjelang perayaan Sabbath, dan pernikahan dengan saudara ipar.

Tembok Ratapan berlokasi di Kota Tua, Yerusalem Timur. (Wikimedia Commons)

Peziarah Yahudi kerap kencing sembarangan di Tembok Ratapan

Ginsburg mendesak pemerintah Israel segera membangun toilet untuk mencegah perbuatan noda itu terus berlangsung. 

Seorang pelancong asing di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Kementerian Pariwisata Arab Saudi)

Saudi izinkan pelawat dari 49 negara melancong, warga Indonesia masih dilarang

Mereka harus sudah diimunisasi lengkap Covid-19 menggunakan empat jenis vaksin disahkan di Saudi, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. 

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Etnis Pastun diyakini keturunan Bani Israel

Tradisi orang-orang Pastun memiliki kesamaan dengan bangsa Yahudi, yakni sunat bagi bayi lelaki di hari kedelapan setelah dilahirkan, tidak mencampurkan susu dengan daging, menyalakan lilin menjelang perayaan Sabbath, dan pernikahan dengan saudara ipar.

11 September 2021

TERSOHOR