pelesir

Visa umrah bisa diubah menjadi visa turis

Industri pariwisata termasuk dalam sektor ingin diberdayakan maksimal oleh Arab Saudi untuk memberagamkan sumber pendapatan negara di luar minyak.

25 April 2016 14:24

Untuk menggenjot pendapatan dari sektor wisata, Arab Saudi kemarin meluncurkan kebijakan baru, yakni visa umrah bisa diubah menjadi visa turis setelah ibadah selesai ditunaikan.

Dalam peresmian program itu, Pangeran Sultan bin Salman, Presiden SCTH (Komisi Turisme dan Warisan Sejarah Saudi) menjelaskan kebijakan baru ini untuk memberi kesempatan kepada jamaah umrah melihat bangunan-bangunan penting, situs-situs Islam bersejarah, tempat pelesiran lainnya, dan pusat-pusat belanja di negara Kabah itu.  

Dia menambahkan setelah visa umrah berganti status menjadi visa turis, jamaah dapat mengunjungi pameran, konferensi, berobat, tur budaya, pendidikan, dan lainnya.

Program visa umrah menjadi visa turis sejatinya sudah dibikin sejak beberapa tahun lalu.

Industri pariwisata termasuk dalam sektor ingin diberdayakan maksimal oleh Arab Saudi untuk memberagamkan sumber pendapatan negara di luar minyak.  

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi segera terbitkan visa pelancong bulan ini

Visa turis itu seharga 440 riyal, dapat diperoleh secara onile atau setiba di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan undang Bruno Mars, Alicia Keys, dan Jennifer Lopez

Untuk pertama kali pula, penonton di Arab Saudi bakal disuguhkan pertunjukan teater dan tari modern.

Desain taman hiburan Qiddiyah, tengah dibangun di Arab Saudi. (Arabian Business0

Arab Saudi akan bangun roller coaster terpanjang, tertinggi, dan tercepat sejagat

Tiga fase pertama dari proyek Qiddiyah akan dibuka untuk masyarakat umum pada 2023.

Sebuah mal di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, masih ramai pengunjung ketika waktu salat magrib tiba. (Arabian Business)

Arab Saudi izinkan restoran, toko, dan mal buka di waktu salat

Hingga tiga tahun lalu, polisi syariah masih kelihatan berpatroli di negara Kabah itu. Mereka mengusir lelaki dan perempuan dari restoran, toko, dan mal-mal untuk salat ketika azan berkumandang.





comments powered by Disqus