pelesir

Rehat sambil kunyah qat

Harga seikat daun qat bergantung pada kualitasnya. Mulai dari tiga ribu riyal sampai 20 ribu riyal untuk qat berkualitas terbaik.

19 Mei 2016 09:20

Beginilah pemandangan saban sore di Yaman. Kaum lelaki mulai anak-anak hingga dewasa asyik mengunyah qat, daun berefek psikotropika dan membikin ketagihan.

Ini sebuah tradisi telah berlaku ribuan tahun di Yaman. Sendirian atau barengan, dalam satu jam sekitar 14,6 juta orang dalam sejam saban hari mengunyah qat, menurut Encyclopedia of Yemen. Para peneliti memperkirakan 70-80 persen lelaki Yaman berusia 16-50 tahun adalah pecandu qat.  

Ali Baharun, pengusaha di Kota Aden, Yaman Selatan, salah satunya. "Saya menghabiskan seikat daun qat tiap hari," katanya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Biasanya saya mengunyah qat 4-5jam."

Dia menambahkan harga seikat daun qat bergantung pada kualitasnya. Mulai dari tiga ribu riyal sampai 20 ribu riyal untuk qat berkualitas terbaik. "Rasanya seperti makan rumput," ujar Baharun.

Mengunyah daun qat juga dilakoni di acara-acara khusus, seperti resepsi pernikahan.

Tapi Saleh, juga warga Kota Aden, bukan pengunyah qat. Dia tidak suka meski daun hijau ini bisa membikin orang tidak merasa capek.

Qat menjadi isu nasional setelah awal pekan ini pasukan keamanan di Yaman Selatan membatasi penjualan qat hanya pada akhir pekan, yakni Kamis dan Jumat. "Kembali seperti saat Yaman Selatan masih menjadi negara merdeka dan belum bergabung dengan Yaman Utara," tutur Baharun.

Lewat keterangan tertulis, pemerintah lokal di Aden bilang pembatasan penjualan qat, tidak lagi tiap hari, dilakukan karena banyak warga mengeluhkan masalah keamanan dan kesehatan. Juga lantaran begitu banyaknya penjual qat di pasar-pasar membikin jalanan macet.

Namun Baharun bilang masih banyak persoalan lebih penting ketimbang qat mesti segera diselesaikan. Tentunya bisa dibicarakan sambil mengunyah qat.

Pemerintahan Taliban di Afghanistan. (Albalad.co/Supplied)

Etnis Pastun diyakini keturunan Bani Israel

Tradisi orang-orang Pastun memiliki kesamaan dengan bangsa Yahudi, yakni sunat bagi bayi lelaki di hari kedelapan setelah dilahirkan, tidak mencampurkan susu dengan daging, menyalakan lilin menjelang perayaan Sabbath, dan pernikahan dengan saudara ipar.

Tembok Ratapan berlokasi di Kota Tua, Yerusalem Timur. (Wikimedia Commons)

Peziarah Yahudi kerap kencing sembarangan di Tembok Ratapan

Ginsburg mendesak pemerintah Israel segera membangun toilet untuk mencegah perbuatan noda itu terus berlangsung. 

Seorang pelancong asing di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Kementerian Pariwisata Arab Saudi)

Saudi izinkan pelawat dari 49 negara melancong, warga Indonesia masih dilarang

Mereka harus sudah diimunisasi lengkap Covid-19 menggunakan empat jenis vaksin disahkan di Saudi, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. 

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.





comments powered by Disqus

Rubrik pelesir Terbaru

Etnis Pastun diyakini keturunan Bani Israel

Tradisi orang-orang Pastun memiliki kesamaan dengan bangsa Yahudi, yakni sunat bagi bayi lelaki di hari kedelapan setelah dilahirkan, tidak mencampurkan susu dengan daging, menyalakan lilin menjelang perayaan Sabbath, dan pernikahan dengan saudara ipar.

11 September 2021

TERSOHOR