pelesir

Teheran, tidak seketat bayangan orang

Bahkan saya melihat banyak pula yang berpacaran dan tidak segan berpegangan tangan.

01 Juni 2016 08:45

Banyak orang membayangkan hidup di Iran tersiksa karena aturan atas nama syariat Islam serba mengekang, namun kenyataan itu tidak terlihat selama tiga hari saya di Ibu Kota Teheran.

Meski bernama Republik Islam Iran setelah kemenangan revolusi dipimpin Imam Khomeini pada 1979, tidak semua kaum hawa di negara Mullah ini wajib berjilbab. Mereka memang menutup semua aurat, namun gadis-gadis muda dan perempuan paruh baya Iran tetap bisa berdandan modis, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Teheran hari ini.

Kebanyakan gadis muda Iran berkemeja atau berkaus oblong lengan panjang dan celana jins ketat, namun ditutupi seperti jubah tidak berkancing, berwarna warni atau hitam. Mereka juga cuma berkerudung beragam warna. Hanya kaum hawa konservatif berjilbab dan berabaya serba hitam.

Bahkan saat saya berkeliling dan nongkrong di pusat belanja Lale kemarin sore, saya menyaksikan banyak gadis muda bergerombolan dengan dandanan modis - kian memancarkan kecantikan wajah mereka memang sudah menawan ditunjang kulit sebening pualam - asyik bercengkerama sambil makan kentang goreng dan menyedot segelas jus atau minuman ringan.

Ada juga yang asyik belanja mata, keliling dari satu toko ke toko lain memelototi barang-barang pajangan. Bahkan saya melihat banyak pula yang berpacaran dan tidak segan berpegangan tangan. Tentu tidak ada yang nekat berpelukan apalagi berciuman di depan umum.

Pemandangan ini amat kontras dengan berita pekan lalu menyebutkan Iran menahan lima model Instagram tidak berkerudung. "Saya tidak merasa kehidupan saya dibatasi," kata seorang gadis mengaku bernama Fatimah kepada Albalad.co.

Pemudanya apalagi. Dandanan mereka biasanya kaus dan celana jins ketat dengan potongan rambut klimis. Bahkan ada juga yang bertato.

Saya juga bertemu Karmen. Pemuda 19 tahun ini sedang asyik jalan-jalan sore bareng anjingnya berumur tujuh tahun. "Tidak ada larangan memelihara atau mengajak anjing Anda jalan-jalan di tempat umum," ujarnya.

Orang-orang lalu lalang pun tidak merasa heran dengan Karmen dan anjingnya.   

Yang menarik, jalan-jalan di Iran bersih meski kebanyakan mobil dan motor berseliweran sudah uzur umurnya.

Kerukunan umat beragama juga terlihat. Di Teheran juga berdiri gereja dan sinagoge.

Rupanya Teheran tidak seketat bayangan orang. Saya pun bebas memandangi kaum hawa dengan wajah menawan dan tubuh semampai berseliweran. Bahkan juga berkenalan sambil bersalaman.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Pacaran tidak lagi tabu di Arab Saudi

Keduanya ketahuan oleh polisi syariah saat sedang berduaan di dalam mobil. Fadilah ditangkap tapi pangrean dibebaskan.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi (Sang Penyelamat Dunia) karya Leonardo Da Vinci. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bangun museum buat pajang lukisan wajah Yesus milik Bin Salman

Anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini membeli lukisan buatan Leonardo da Vinci itu seharga Rp 6,3 triliun tiga tahun lalu.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hampir setengah dari situs bersejarah Yahudi di Suriah hancur karena perang

Situs Yahudi terancam hancur di Suriah adalah Sinagoge Bandara di Kota Aleppo dan Sinagoge Nabi Elijah di Ibu Kota Damaskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Perusahaan film asal Inggris akan buat film mengenai pembunuhan Jamal Khashoggi

Mayatnya dimutilasi namun sampai sekarang Saudi masih merahasiakan di mana potongan-potongan tubuh Khashoggi dikubur.





comments powered by Disqus