pelesir

Main jeduran Ramadan di Makkah

Seperti di Jakarta, main jeduran di Makkah menjelang magrib atau sehabis sahur sudah langka ditemui.

21 Juni 2016 09:16

Dulu waktu kecil, saya bareng teman-teman suka bermain meriam bambu, biasa disebut jeduran. Tradisi ini cuma ada saban Ramadan.

Jeduran ini dibuat dari bambu dan bagian dalamnya dikasih minyak. Untuk menghasilkan bunyi blum, dilusut api lewat sebuah lubang dibikin di sebatang bambu itu.

Tradisi serupa ternyata juga berlaku di Kota Makkah, Arab Saudi. Bedanya, meriam bukan dibuat dari bambu tapi dari kayu. Karena memang di kota suci itu tidak ada pohon bambu.

Seperti di Jakarta, main jeduran di Makkah menjelang magrib atau sehabis sahur sudah langka ditemui.

Beruntung masih ada sejarawan bernama Tariq Makki mengkampanyekan tradisi usang main jeduran. Dia juga kadang bertindak sebagai misaharati, keliling kampungnya untuk membangunkan orang sahur sambil berteriak, "Hai orang mengantuk, bangunlah untuk makan sahur dan salat."

Perkembangan alat teknologi telah membikin anak-anak sekarang tidak mengenal lagi jeduran. Mereka lebih suka bermain video gim.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi segera terbitkan visa pelancong bulan ini

Visa turis itu seharga 440 riyal, dapat diperoleh secara onile atau setiba di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan undang Bruno Mars, Alicia Keys, dan Jennifer Lopez

Untuk pertama kali pula, penonton di Arab Saudi bakal disuguhkan pertunjukan teater dan tari modern.

Desain taman hiburan Qiddiyah, tengah dibangun di Arab Saudi. (Arabian Business0

Arab Saudi akan bangun roller coaster terpanjang, tertinggi, dan tercepat sejagat

Tiga fase pertama dari proyek Qiddiyah akan dibuka untuk masyarakat umum pada 2023.

Sebuah mal di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, masih ramai pengunjung ketika waktu salat magrib tiba. (Arabian Business)

Arab Saudi izinkan restoran, toko, dan mal buka di waktu salat

Hingga tiga tahun lalu, polisi syariah masih kelihatan berpatroli di negara Kabah itu. Mereka mengusir lelaki dan perempuan dari restoran, toko, dan mal-mal untuk salat ketika azan berkumandang.





comments powered by Disqus