pelesir

Habibie dan Ainun hibur rakyat Suriah

KBRI Damaskus menggelar Pekan Film Indonesia perdana di tiga kota di Suriah: Lattakia, Homs, dan Damaskus.

23 September 2016 08:15

KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Damaskus, Suriah, untuk pertama kali menggelar Pekan Film Indonesia di Gedung Kebudayaan Dar al-Assad di Kota Lattakia pada 21—23 September 2016. Selama tiga hari, KBRI bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Suriah memutar film Habibie-Ainun, 5 cm, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
    
Pada acara pembukaan Pekan Film Indonesia di Lattakia Rabu lalu, Duta Besar Indonesia buat Suriah Djoko Harjanto berharap melalui film hubungan Indonesia-Suriah di tingkat masyarakat kian erat, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co kemarin.

"Kita menyaksikan sebuah sejarah hubungan kedua negara sedang ditulis," kata Djoko menyampaikansambutan di hadapan sekitar 200 orang hadir memenuhi teater utama di Dar al-Assad. "Hari ini pagelaran film Indonesia pertama kali diselenggarakan di Suriah dan Kota Lattakia menjadi kota perdana."

Di kesempatan serupa, Gubernur Provinsi Lattakia Mayor Jenderal Ibrahim Khudur as-Salim memuji upaya KBRI Damaskus dalam mempererat hubungan kedua negara lewat promosi film Indonesia. "Atas nama seluruh rakyat Lattakia, saya merasa tersanjung dan terhormat dengan dipilihnya Lattakia sebagai kota pertama digelarnya Pekan Film Indonesia," ujar Ibrahim.

Setelah acara pembukaan, film Habibie-Ainun diputar. Film drama bercerita tentang kisah hidup mantan Presiden B.J. Habibie dan mendiang istrinya, Hasri Ainun Habibie, berhasil memukau para penonton.

"Saya takjub betapa rasa cinta Presiden Habibie kepada istrinya sangat dalam dan tulus," tutur penonton bernama Abir al-Husaini, 54 tahun. "Itu mencerminkan sikap bangsa Indonesia menghormati kaum wanitanya."

"Luar biasa! Saya baru tahu Indonesia adalah negara besar mampu membuat pesawat," kata Dania Sorim, 16 tahun, Pelajar sekolah menengah atas di Lattakia ini berharap pekan fil Indonesia bisa digelar saban tahun.

"Selama ini saya hanya tahu Bali saja," ujar Ahmad Sulaibi, 25 tahun. "Namun hari ini saya tahu lebih banyak tentang Indonesia setelah menonton film Habibie-Ainun."

Pejabat Penerangan Sosial, dan Budaya KBRI Damaskus A.M. Sidqi menjelaskan  Pekan Film Indonesia akan digelar di tiga kota di Suriah, yakni Lattakia pada 21—23 September 2016, Homs selama 28—30 September 2016, dan Damaskus 5—7 Oktober 2016. film Habibie-Ainun, 5 cm, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dipilih karena dinilai dapat menyampaikan kehebatan, keindahan, dan ketinggian budaya bangsa Indonesia.

"Di tengah krisis ini, orang Suriah haus akan hiburan. Makanya kami suguhkan film-film Indonesia terbaik kepada mereka sambil menyelipkan pesan-pesan inspiratif, optimisme, perdamaian, serta promosi Indonesia langsung menyasar akar rumput Suriah," tutur Sidqi.

Kota Jeddah, Arab Saudi. (islam.ru)

Universitas Jeddah akan jadi kampus pertama di Arab Saudi mengajarkan bahasa Cina

Kementerian Pendidikan Arab Saudi berencana mengajarkan bahasa Cina di sekolah-sekolah khusus kaum hawa.

Batu Belah tempat keluar air minum bagi Bani Israil berlokasi di Gunung Sinai, Madyan, Arab Saudi. (Living Passages)

Supermodel Kate Moss berpose pamer paha buat promosikan lokasi wisata di Arab Saudi

Dalam sebuah pose, Kate Moss dan Alek Wek, sama-sama berpakaian serba hitam, serta Amber Valletta, bergaun putih, memamerkan paha kanannya mulai dari pangkal.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Pacaran tidak lagi tabu di Arab Saudi

Keduanya ketahuan oleh polisi syariah saat sedang berduaan di dalam mobil. Fadilah ditangkap tapi pangrean dibebaskan.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi (Sang Penyelamat Dunia) karya Leonardo Da Vinci. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bangun museum buat pajang lukisan wajah Yesus milik Bin Salman

Anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini membeli lukisan buatan Leonardo da Vinci itu seharga Rp 6,3 triliun tiga tahun lalu.





comments powered by Disqus