pelesir

Bahasa Indonesia ditargetkan jadi bahasa kedua di Arab Saudi

Bahasan penting karena jamaah haji dan umrah Indonesia terbanyak di dunia.

21 Februari 2018 22:03

Sebanyak 90 peserta kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bersemangat meneriakkan yel "Bahasa Indonesia, Bahasaku! Indonesia adalah keluargaku!" pada pembukaan kursus BIPA ke-13 di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi. Kegiatan ini dibuka Senin lalu oleh Konsul Jenderal Indonesia Jeddah Mohamad Hery Saripudin.

Penyelenggaraan BIPA tahun ini disambut antusias oleh warga Saudi. Mereka telah mendaftar sejak bulan lalu. Bahkan, badan imigrasi Bandar Udara Raja Abdul Aziz di Jeddah memesan khusus 25 kursi untuk peserta BIPA dari staf mereka.

Mengangkat tema Menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Arab Saudi, merupakan ide dari Pelaksana Fungsi Pendidikan, Sosial, dan Budaya I Muhammad Sukarno, KJRI Jeddah berupaya meenggelar BIPA di beberapa universitas di Arab Saudi. KJRI Jeddah juga akan menyiapkan modul pembelajaran khusus Bahasa Indonesia untuk orang Arab melalui program pelatihan bagi pengajar.

Keseriusan KJRI Jeddah tampak dalam penyelenggaraan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka menyiapkan dua guru akan membina setiap kelas pembelajaran dan membatasi jumlah siswa per kelas maksimal 25 orang, sehingga setiap siswa dapat berinteraksi lebih banyak dengan pengajar. Sistem pembelajaran juga akan dilaksanakan secara interaktif dengan pengaturan tempat duduk siswa membentuk lingkaran mengelilingi pengajar.

Selain itu, KJRI Jeddah juga menghadirkan pelatih khusus untuk guru-guru pengajar BIPA melalui pelatihan selama seminggu, diadakan sebelum pembukaan kursus BIPA. Pelatihan menghadirkan pembicara Dr. Dwiyanto Djoko Pranowo, merupakan praktisi BIPA dan dosen di Universitas Negeri Yogyakarta, diikuti sebanyak 25 orang calon guru BIPA.

Konsul Jendral Hery Saripudin bilang Bahasa Indonesia adalah bahasa penting telah digunakan oleh lebih dari 300 juta penduduk dunia. Apalagi, jamaah umrah dan haji Indonesia adalah terbesar mendatangi Arab Saudi.

"Siapa saja bekerja di tiga kota (Jeddah, Makkah, dan Madinah) didatangi jamah haji dan umrah, pasti akan bertemu orang Indonesia dan akan berbicara dengan mereka," katanya. "Sehingga Bahasa Indonesia bukan hanya digunakan sebagai bahasa pergaulan sosial tetapi telah menjadi bahasa bisnis komersial."

Seiring dengan peningkatan hubungan bilateral kedua negara, Hery Saripudin menambahkan sudah saatnya ada Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia di kampus-kampus di negara Kabah itu. Menurut dia, KJRI Jeddah sedang memulai komunikasi dengan kampus-kampus ternama, seperti Universitas Islam Madinah dan Universitas Raja Abdul Aziz Jeddah.

Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya II Umar Badarsyah menjelaskan selain mengupayakan studi Indonesia di kampus-kampus Arab Saudi, KJRI Jeddah akan melobi pemerintah Saudi agar kursus BIPA dapat diikuti oleh perempuan Saudi. Ini sejalan dengan visi Saudi 2030 ingin membuka peran wanita Saudi lebih besar pada masa akan datang.

BIPA digelar selama tiga bulan dengan 24 kali pertemuan. Setelah lulus, peserta ditargetkan mampu berkomunikasi lisan dengan orang Indonesia.

Mia Khalifah, bintang film porno asal Libanon. (Twitter)

Bintang film porno Mia Khalifah kunjungi Jeddah

seorang penonton perempuan melemparkan branya kepada seorang penyanyi tengah tampil di Riyadh.

Konser grup band asal Korea Selatan, BTS, di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Oktober 2019. (Twitter)

Arab Saudi akan ajarkan musik, teater, dan seni di sekolah

Kebijakan ini muncul saat Arab Saudi tengah mengembangkan industri pariwisatanya.

Batu Belah tempat keluar air minum bagi Bani Israil berlokasi di Gunung Sinai, Madyan, Arab Saudi. (Living Passages)

Rombongan peziarah Kristen pertama kunjungi Arab Saudi

Gunung Sinai asli berada di Arab Saudi bukan di Mesir.





comments powered by Disqus