pelesir

Masih ada komunitas Yahudi tinggal di Arab Saudi

Mereka adalah suku asli Yahudi berasal dari Iran dan kebanyakan ekspatriat.

02 September 2020 11:00

Seorang pengusaha Prancis sudah lama menetap di kawasan Arab Teluk mengungkapkan komunitas Yahudi masih terdapat komunitas Yahudi di Arab Saudi. Mereka kebanyakan tinggal di Provinsi Timur.

"Mereka adalah suku-suku Yahudi lama tadinya imigran dari Iran," katanya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp. "Namun keberadaan mereka terkikis lantaran proses islamisasi dan Saudisasi."

Dia menambahkan komunitas Yahudi ini menutup rapat-rapat identitas keyahudian mereka. Sebagian dari klan Al-Dossari dan Al-Ajdia juga berdarah Yahudi. "Orang-orang Yahudi lainnya tinggal di negara Kabah itu adalah ekspatriat dari beragam negara, termasuk Amerika Serikat dan Prancis.

Pengusaha Prancis ini belum mau menjelaskan secara rinci menegnai komunitas Yahudi di negeri Dua Kota Suci itu. Dia beralasan isu itu sangat sensitif lantaran momennya belum pas.

Hal ini dibenarkan pula oleh Rabbi Marc Schneier, memiliki hubungan pribadi erat dengan para pemimpin negara Arab Teluk. "Memang ada orang-orang yahdi menetap dan bekerja di Arab Saudi. Mereka adalah pekerja asing," ujarnya dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Dihubungi terpisah, sejarawan Arab Saudi kelahiran Makkah, Dr. Irfan al-Alawi, memebnarkan dulu memang ada komunitas Yahudi asli tinggal di wilayah kini bernama Saudi itu semasa Nabi Muhammad masih hidup. Namun kebanyakan sudah beragama Islam. "Sedangkan yang masih asli menganut Yudaisme adalah para ekspatriat," tuturnya.

Di zaman Nabi Muhammad masih hidup, kaum Yahudi juga tinggal di wilayah kini bernama Arab Saudi. Di Kota Madinah waktu itu, terdapat tiga suku Yahudi tersohor, yakni Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah.

Mereka hidup dan bergaul seperti orang Arab asli Madinah. Mereka berbahasa Arab, berpakaian seperti orang Arab, dan bahkan banyak yang menikah dengan orang Arab. Pada 624, Nabi Muhammad mengusir semua orang Yahudi dari Madinah karena melanggar Piagam Madinah.

Lima tahun kemudian, kaum Yahudi berperang dengan umat Islam di Khaibar, daerah subuh menjadi benteng utama bangsa Yahudi di jazirah Arab, setelah mereka ditaklukkan di Madinah.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing dibuka di Riyadh

The Barking Lot di Riyadh beroperasi sejak Mei lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Berharap sinagoge dibuka di Saudi, pemimpin komunitas Yahudi akan ajukan permohonan kepada Bin Salman

Terdapat lusinan orang Yahudi menetap di Arab Saudi dan kebanyakan dari mereka adalah ekspatriat.

Habibah Thariq, mahasiswi Universitas Tanta di Mesir, dilecehkan karena pergj ke kampusnya mengenakan gaun. (Twitter)

Kebebasan berpakaian bagi kaum hawa Mesir masih jadi perdebatan

Habibah dilecehkan karena mengenakan gaun di kampusnya, sedangkan Dina dilarang berenang lantaran memakai Burkini.





comments powered by Disqus