pelesir

Arab Saudi renovasi rumah Lawrence of Arabia

Selama bermukim di negara Syam itulah, Lawrence of Arabia belajar dan menjadi mahir berbahasa Arab.

10 September 2020 13:40

Kementerian Pariwisata Arab Saudi telah mengumumkan pihaknya akan merenovasi sebuah rumah pernah ditinggali oleh Kolonel Thomas Edward Lawrence dari Inggris, tersohor dengan nama Lawrence of Arabia, untuk menggaet pelancong. Bangunan dua lantai itu terletak di dekat pelabuhan Yanbu.

Lawrence of Arabia pernah tinggal sebentar di sana selama Revolusi Arab meletup pada 1916, ketika Pelabuhan Yanbu menjadi pangkalan pasokan logistik penting bagi pasukan Inggris dan Arab dalam menghadapi tentara Kekhalifahan Usmaniyah selama Perang Dunia Pertama.

Walau bekas kediaman Lawrence of Arabia ini sudah menjadi reruntuhan namun masih banyak dikunjungi.

Lawrence of Arabia adaah seorang peneliti, penulis, sekaligus tentara. Tokoh kelahiran Wales Utara pada 1888 ini pernah kuiah di Universitas Oxford. Dia sangat menyukai sejarah dan arkelologi, kemudian membawa dirinya menyenangi sejarah dan kebudayaan Arab.

Pada 1909, lelaki tingginya kurang dari 167 sentimeter ini berjalan kaki sejauh 1.770 kilometer dari Suriah ke Palestina untuk melukis lukisan dan foto 30 kastil. Setahun kemudian, dia bergabung dalam proyek ekskavasi arkelologi di Suriah, sehingga dia menetap di sana selama 1911-1914.

Selama bermukim di negara Syam itulah, Lawrence of Arabia belajar dan menjadi mahir berbahasa Arab.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing bakal dibuka di Makkah dan Madinah

The Barking Lot sudah beroperasi di Al-Khobar dan Riyadh.

Pengunjung di kafe khusus pemilik anjing, the Barking Lot, di Kota Al-Khobar, Arab Saudi. (lifeinsaudiarabia.net)

Kafe khusus pemilik anjing dibuka di Riyadh

The Barking Lot di Riyadh beroperasi sejak Mei lalu.

Habibah Thariq, mahasiswi Universitas Tanta di Mesir, dilecehkan karena pergj ke kampusnya mengenakan gaun. (Twitter)

Kebebasan berpakaian bagi kaum hawa Mesir masih jadi perdebatan

Habibah dilecehkan karena mengenakan gaun di kampusnya, sedangkan Dina dilarang berenang lantaran memakai Burkini.





comments powered by Disqus