wawancara

Muhammad Haidar Assad (2)

Paham ISIS mustahil diterima di Indonesia

Kaum muslim di Indonesia suka terhadap Islam dianggap ISIS bidah, seperti tahlilan, maulidan.

06 Maret 2015 10:17

Corak keislaman ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dan Indonesia amat bertolak belakang. Banyak tradisi-tradisi dilakoni kaum muslim di Indonesia, seperti tahlilan dan maulid, dipandang bidah atau sesat oleh ISIS.

Karena itu, Muhammad Haidar Assad, penulis buku ISIS: Organisasi Teroris Paling Mengerikan Abad Ini yakin sekali paham ISIS mustahil bisa diterima di Indonesia. Berikut penuturan Haidar Assad saat ditemui Faisal Assegaf dari Albalad.co semalam di sebuah tempat tongkrongan di Jakarta.

Bagaimana Anda menilai sikap pemerintah terhadap penyebaran ISIS di Indonesia?

Anehnya pemerintah kita membiarkan. Padahal mendeteksi paham ISIS di Indonesia itu gampang banget. Ada banyak situs ISIS di Indonesia. Ada sekitar tujuh atau delapan, itu pun yang besar. Tapi itu dibiarkan saja oleh pemerintah. Giliran situs porno, mereka begitu gencar. Padahal ini sama bahayanya dan mengancam generasi bangsa.

Sudah seberapa mengakar pengaruh ISIS di Indonesia?

Sebagai sebuah pengaruh, nyaris sulit dan bahkan mustahil ISIS bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Karena pertama, Islam di Indonesia itu memang betul-betul bertolak belakang dengan Islam versi ISIS. Misalnya, kita senang sama sesuatu oleh ISIS dituduh bidah, seperti tahlilan, maulidan. Memang itu tidak ada di zaman rasul tapi tidak dilarang oleh nabi.

Kemudian kita dari awal suka pada nilai-nilai budaya. Islam masuk ke Indonesia bukan melalui penaklukan tapi lewat akulturasi budaya. Sedangkan ISIS menganggap budaya itu sesat. Islam inginnya mengislamkan Indonesia, sedangkan ulama-ulama Islam pertama masuk ke Indonesia bukan mau mengislamkan Indonesia namun mengindonesiakan Islam. Membuat Islam sesuai nilai-nilai Indonesia tanpa mengurangi substansi dari Islam itu sendiri.

Jadi akan berat ISIS masuk ke Indonesia, tapi lagi-lagi yang ditakutkan gerakannya ketika mereka menggunakan pendanaan besar. Bayangkan jika 40 orang Indonesia sekarang berjihad bersama ISIS kembali ke Indonesia.

Bagaimana ISIS merekrut 40 orang itu?

Polanya pasti sama, mereka akan merekrut orang-orang sudah punya pemahaman ekstremis dan radikal soal Islam. Orang-orang semacam ini nggak sedikit di Indonesia. Orang-orang nggak jadi teroris tapi punya pemahaman keras banyak sekali dan bahkan makin menjamur.

Mereka menguasai masjid-masjid di kampus, masjid-masjid utama di kota-kota besar di Indonesia. Polanya mereka seolah sebagai pelindung Indonesia dari Syiah, komunisme, dan sebagainya. Nah, pemerintah nggak pernah menanggapi itu secara serius.

Apa peranan Abu Bakar Baasyir di ISIS?

Untuk memastikan Baasyir masuk di ISIS atau tidak perlu diriset dan itu tidak ada dalam buku saya. Tapi yang jelas, pola keislaman ala Baasyir dan lainnya perlu dibenahi oleh ulama-ulama dan bahkan pemerintah. Jangan sampai kita mengembangkan pola keislaman marah tapi harus ramah.

Jadi semua anasir-anasir ideologi ISIS itu harus dibersihkan, termasuk organisasi-organisasi memiliki pandangan keras terhadap Islam.

Lieutenant Colonel (Reserve) Eyal Dror, the commander of Israel military humanitarian mission for Syrians during 2013-2018. He is also the chief of the Good Neighbor Unit at Israel Defense Force. (Albalad.co)

Israeli military treated and helped Syrians because they are human beings

"The State of Israel is not an enemy and that we want to live with them in peace and willing to help them in such a difficult time," said Eyal Dror.

Rabbi David Rosen from the American Jeiwsh Committee and the Secretary General of the Muslim World League Sheikh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa. (Rabbi David Rosen for Albalad.co)

I support the normalization between Indonesia and Israel

"I think this would ultimately be good for Palestinians as well. Isolating Israel only compounds a situation of distress for them," said Rabbi David Rosen.

Ronen Skaletzky, Israeli Jew who refuses Zionism and opposes the normalization between Israel and muslim countries. (Ronen Skaletzky for Albalad.co)

As Israeli Jew, I refuse Zionism and oppose the normalization between Israel and muslim countries

"These Arab dictators try to get US and Israeli support for their regime against Iran and their own people's democratic inspirations. Why should Indonesia join this trend of dictatorial betrayal?" said Ronen Skaletzky.

Mantan Perdana Menteri dan Presiden Israel Shimon Peres dengan latar kapal berpeluru kendali. (IDF Archives)

I arranged and prepared the visit of Shimon Peres to Indonesia

Gus Dur and Shimon Peres had a breakfast meeting at Halim airbase in August 2000. During his visit to Jakarta, Peres also came to Taman Mini.





comments powered by Disqus