wawancara

Mujtaba Jalali (1)

Iran eksploitasi pengungsi Afghanistan

Iran membentuk Laskar Fatimiyun beranggotakan hanya pengungsi Afghanistan untuk bertempur di Suriah membela rezim Assad.

18 Desember 2015 04:44

Iran memang terlibat langsung dalam perang di Suriah untuk memelihara rezim Presiden Basyar al-Assad. Tapi mereka cerdik, hanya mau mengirim para komandan senior bertugas merencanakan dan mengawasi pelaksanakan operasi penumpasan terhadap kaum pemberontak.

Sedangkan pasukan turun ke medan tempur, selain Hizbullah, milisi Syiah dari Libanon Selatan, Teheran mengirim anggota Laskar Fatimiyun. Pasukan ini beranggotakan eksklusif hanya untuk para pengungsi Afghanistan tinggal di negara Muallah itu.

Menurut pewarta foto Mujtaba Jalali, juga keturunan pengungsi Afghanistan di Iran, perekrutan anggota Fatimiyun berlangsung saban hari di masjid-masjid di kota Masyhad, Qom, dan Teheran, tiga tempat dengan populasi pengungsi Afghanistan terbanyak di Iran.

Jalali, kini menetap di Belanda untuk meminta suaka, menjelaskan pasukan Fatimiyun di Suriah dikendalikan para komandan Iran. "Jadi mereka bertempur untuk kepentingan Iran, yakni mencegah kekuasaan Presiden Basyar al-Assad tumbang," katanya melalui surat elektronik akhir bulan lalu.

Berikut penjelasan Mujtaba Jalali, pernah meliput pemakaman anggota Laskar Fatimiyun, kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co.

Apa latar belakang pembentukan Laskar Fatimiyun?

Laskar Fatimiyun hanya menerima orang Afghanistan dan dibentuk tidak lama setelah Iran dituduh mencampuri urusan dalam negeri Suriah, terutama setelah perang terjadi. Iran kemudian mengirim para pengungsi Afghanistan, hidup dalam kondisi ekonomi buruk di Iran, untuk bertempur membela rezim Suriah.

Kenapa hanya orang Afghanistan saja boleh menjadi anggota Laskar Fatimiyun?

Kehadiran serdadu-serdadu Iran dalam konflik Suriah adalah tanda intervensi Iran. Karena itu, mereka cuma mau mengirim para pengungsi Afghanistan dengan tawaran gaji bulanan kepada para pengungsi ilegal atau orang Afghanistan sudah memiliki izin tinggal tetap.

Sampai sekarang berapa jumlah anggota Laskar Fatimiyun?

Tidak jelas tapi angkanya terus bertambah dan selalu ada perekrutan baru.

Apa misi Laskar Fatimiyun di Suriah?

Pasukan Fatimiyun dikendalikan para komandan Iran di Suriah. Jadi mereka bertempur untuk kepentingan Iran, yakni mencegah kekuasaan Presiden Basyar al-Assad tumbang.

Saban hari berapa banyak anggota baru direkrut dan di mana proses perekrutan Laskar Fatimiyun berlangsung?

Tidak jelas namun para pemuda Afghanistan direkrut dari tempat-tempat paling banyak jumlah pengungsi Afghanistan, seperti di Masyhad dan Varamin, Ibu Kota Teheran. Proses perekrutan dilakukan di masjid-masjid.

Apa syarat untuk menjadi anggota Laskar Fatimiyun?

Mereka hanya perlu membuktikan mereka benar-benar orang Afghanistan. Bila berusia di bawah 18 tahun, mereka harus membawa surat persetujuan dari orang tua.

Apa keuntungan menjadi anggota Fatimiyun?

Pemerintah Iran menawarkan mereka gaji bulanan dan pengungsi Afghanistan ilegal dijanjikan memperoleh izin tinggal tetap jika mau bertempur di Suriah.

Hingga kini sudah berapa banyak anggota Laskar Fatimiyun tewas di Suriah dan di mana mayat mereka dikuburkan?

Tidak jelas tapi sedikitnya 70 jenazah anggota Fatimiyun telah dimakamkan di Kota Masyhad, Iran. Seorang tentara Fatimiyun pernah bilang kepada saya dalam sebuah kamar pendingin dijejali mayat anggota Fatimiyun.

Jenazah anggota Fatimiyun terbunuh di Suriah biasanya dikembalikan kepada keluarga mereka, kebanyakan menetap di Masyhad, Qom, dan Teheran.

Di mana populasi pengungsi Afghanistan terbesar di Iran dan bagaimana pemerintah memperlakukan mereka?

Populasi pengungsi Afghanistan terbesar di Iran tinggal di kawasan Golshahr di Kota Masyhad. Tapi secara keseluruhan pengungsi Afghanistan di Iran berjumlah dua juta orang dan mereka tersebar di seantero negara itu.

Selama ini pemerintah Iran tidak memenuhi semua kebutuhan dasar pengungsi Afghanistan. Mereka tidak dibolehkan memiliki properti dan bahkan tidak diizinkan mendapat surat izin mengemudi. Anak-anak mereka sangat sulit diterima di sekolah-sekolah dan sebagian besar dari mereka tidak boleh melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Kenapa Anda memutuskan mencari suaka ke Eropa?

Saya ditangkap ketika meliput pemakaman anggota Laskar Fatimiyun. Saya lalu diinterogasi dan bahkan diancam dibunuh. karena itulah saya kemudian memutuskan untuk keluar dari Iran. Saya telah meminta suaka di Belanda.

Lieutenant Colonel (Reserve) Eyal Dror, the commander of Israel military humanitarian mission for Syrians during 2013-2018. He is also the chief of the Good Neighbor Unit at Israel Defense Force. (Albalad.co)

Israeli military treated and helped Syrians because they are human beings

"The State of Israel is not an enemy and that we want to live with them in peace and willing to help them in such a difficult time," said Eyal Dror.

Rabbi David Rosen from the American Jeiwsh Committee and the Secretary General of the Muslim World League Sheikh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa. (Rabbi David Rosen for Albalad.co)

I support the normalization between Indonesia and Israel

"I think this would ultimately be good for Palestinians as well. Isolating Israel only compounds a situation of distress for them," said Rabbi David Rosen.

Ronen Skaletzky, Israeli Jew who refuses Zionism and opposes the normalization between Israel and muslim countries. (Ronen Skaletzky for Albalad.co)

As Israeli Jew, I refuse Zionism and oppose the normalization between Israel and muslim countries

"These Arab dictators try to get US and Israeli support for their regime against Iran and their own people's democratic inspirations. Why should Indonesia join this trend of dictatorial betrayal?" said Ronen Skaletzky.

Mantan Perdana Menteri dan Presiden Israel Shimon Peres dengan latar kapal berpeluru kendali. (IDF Archives)

I arranged and prepared the visit of Shimon Peres to Indonesia

Gus Dur and Shimon Peres had a breakfast meeting at Halim airbase in August 2000. During his visit to Jakarta, Peres also came to Taman Mini.





comments powered by Disqus