wawancara

Haitham Mattar (1)

Ras al-Khaimah bisa jadi tujuan wisata alternatif selain Dubai

Kalau ingin merasakan sensasi metropolitan, pelancong bisa menikmati Dubai, tapi bila mau kembali merasakan kedamaian dan kejayaan masa lalu, Ras al-Khaimah pilihannya.

15 Januari 2016 19:37

Ras al-Khaimah adalah satu dari tujuh emirat di negara Uni Emirat Arab (UEA), dalam bahasa Arab bisa berarti "Puncak Tenda". Wilayah seluas 1.684 kilometer persegi ini kaya akan pesona alam serta situs sejarah dan budaya.

Karena itulah Haitham Mattar, CEO Otoritas Pembangunan Turisme Ras al-Khaimah, yakin wilayah berpenduduk sekitar 300 ribu orang ini bisa menjadi tujuan wisata alternatif selain Dubai bagi pelancong lokal dan asing.

Boleh dibilang kalau ingin merasakan sensasi metropolitan, pelancong bisa menikmati Dubai, tapi bila mau kembali merasakan kedamaian dan kejayaan masa lalu, Ras al-Khaimah pilihannya.

Berikut penjelasan Haitham Mattar kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui surat elektronik kemarin.

Bisakah Anda jelaskan soal perkembangan sektor pariwisata di Ras al-Khaimah?

Ras al-Khaimah dengan cepat menjadi tujuan pilihan bagi para pelancong lokal dan internasional. Untuk memastikan sektor turisme terus berkembang buat memenuhi permintaan, kami telah menetapkan Visi 2018. Selain itu, kami akan segera meluncurkan merek tujuan wisata baru kami.

Visi 2018 berisi rencana detail buat menggaet sejuta pelancong ke Ras al-Khaimah paling lambat akhir 2018 dan menyediakan peta jalan strategis untuk sektor wisata di Emirat Ras al-Khaimah, mendorong pertumbuhan dan keragaman akomodasi, menawarkan wisata bagi pelancong bisnis dan liburan, pelbagai agenda acara dan menyokong infrastruktur, juga investasi ke dalam kampanye pemasaran.

Ada tiga area kunci menjadi fokus, yakni

* Penawaran tujuan: memperluas penawaran dan komunikasi Ras al-Khaimah kepada para konsumen di semua sumber pemasaran dengan fokus pada bisnis/MICE, budaya/warisan sejarah, dan agenda acara.

* Keanekaragaman sumber pemasaran: mempertahankan jumlah pelancong di pasar-pasar top dan berusaha meningkatkan angka wisatawan dari negara-negara memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

* Pemasaran dan wawasan: memperkuat upaya pemasaran pada penguatan merek dan meningkatkan wawasan pada tren wisata dan kebiasaan para pelacong ke Ras al-Khaimah.

Sebagai CEO baru, apa pandangan dan pendekatan bakal Anda lakukan untuk menjadikan Ras al-Khaimah lebih menarik dibanding Dubai?

Hanya 45 menit bermobil dari Bandar Udara Internasional Dubai, membuat lebih mudah mencapai Ras al-Khaimah sekaligus menjadi pilihan tujuan pelesiran berbeda bagi para pelancong. Ras al-Khaimah juga menjadi pilihan kembar dengan Dubai di Uni Emirat Arab (UEA).

Ras al-Khaimah adalah emirat terkaya dalam hal sejarah dan warisan budaya. Sejarah Ras al-Khaimah sudah dimulai sejak Zaman Perunggu. Ras al-Khaimah merupakan satu dari sedikit tempat di dunia telah berpenduduk lebih dari tujuh ribu tahun lalu.

Ras al-Khaimah telah diakui sebagai emirat dengan pertumbuhan sektor wisata tercepat di UEA. Di bawah bimbingan Emir Ras al-Khaimah Yang Mulia Syekh Saud bin Saqr al-Qasimi, Ras al-Khaimah sudah mengalami pertumbuhan mengesankan dalam jumlah pelancong di semua sumber pasar top kami. Kami juga sudah meluncurkan Visi 2018 untuk melanjutkan keberhasilan ini.

Apa aspek dan tempat paling menarik di Ras al-Khaimah bisa menarik minat lebih banyak turis?

Sebagai tujuan pelesiran, kami menyambut para pelancong dari beragam sumber pasar di seluruh dunia, termasuk keluarga, pasangan dan kelompok ingin menikamti keindahan Ras al-Khaimah, pantai nan luas, dan akomodasi kelas dunia.

Selain hotel terbaik, Ras al-Khaimah menawarkan sesuatu menantang bagi siapa saja ingin mencari sensai petualangan, dengan mengunjungi Jabal Jais, gunung tertinggi di UEA. Berketinggian 1.910 meter, Jabal Jais cocok untuk pendakian dan sepeda gunung. Dari puncaknya, wisatawan bisa menikmati pemandangan keren.

Berapa banyak jumlah pelancong tahun lalu jika dibandingkan tahun sebelumnya?

Pada 2015 Ras al-Khaimah kebanjiran 740.383 wisatawan, naik 5,7 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Dari jumlah itu, berapa banyak turis asal Indonesia? Apakah Anda berencana menyasar pasar di Indonesia?

Dibanding tahun sebelumnya, jumlah pelancong dari Indonesia tahun lalu meningkat 13,5 persen. Indonesia akan terus menjadi pusat pemasaran karena kami memperbanyak tujuan ditawarkan kepada semua segmen pelancong.

Apakah penurunan harga minyak mentah dunia berpengaruh pada industri wisata di Ras al-Khaimah?

Melorotnya harga minyak mentah global tidak diragukan lagi mempengaruhi keseluruhan sektor di UEA dan Timur Tengah. Kami percaya Ras al-Khaimah masih cukup kuat untuk bertahan darimasalah ini. Kami tidak melihat ada persoalan besar di sektor turisme kami, namun kami terus memantau segala faktor dapat mempengaruhi perjalanan dan turisme di Ras al-Khaimah.

Apa nilai jual Ras al-Khaimah berbeda dibanding tujuan wisata lainnya di UEA?

Dengan pantai-pantai berpasir putih, langit gurun cerah, kaya tempat budaya dan sejarah, kehidupan liar, dan Jabal Jais (gunung tertinggi di UEA), Ras al- Khaimah menawarkan surga kedamaian dibanding emirat-emirat lain bergaya metropolitan.

Kami mampu menawarkan dua dunia terbaik bagi para pelancong. Di Ras al-Khaimah terdapat jaringan hotel terbaik di Timur Tengah, termasuk the Waldorf Astoria, Banyan Tree, Rotana, Rixos, Hilton, dan Ramada. Di saat sama, wisatawan juga bisa menikmati kehangatan dunia kuno dan merasakan pengalaman Arab asli.

Memiliki tempat-tempat budaya dan sejarah berusia berabad-abad, Ras al- Khaimah mempertahankan sensasi warisan Arab asli dan berakar mendalam. Ras al-Khaimah telah menjadi penentu untuk menarik para pelacong lokal dan internasional.

Kian tersohornya Ras al-Khaimah mengharuskan kami terus berupaya membangun dalam beragam sektor buat memastikan kami bisa menawarkan apa yang dicari wisatawan. Salah satu pusat pembangunan di Ras al-Khaimah adalah Pulau Al Marjan. Pulau ini sudah dihuni lima hotel menampung seirbu turis pada 2014.

Pembangunan empat pulau lainnya bakal dilengkapi beragam fasilitas mewah, bergaya, dan untuk keluarga untuk menampung pelbagai pelancong. Tujuan kami ialah membangun kepulauan buatan manusia bisa menawarkan beragam fasilitas makan, belanja, hiburan, relaksasi dengan banyak pilihan hotel.

Dengan keberhasilan dicapai pada 2014, kami benar-benar berada dalam posisi kuat untuk menarik lebih banyak investasi ke Ras al-Khaimah lantaran pesona alam, pantai senyap, situs bersejarah, dan gurun. Jarak dekat dari Bandar Udara Internasional Dubai juga menjadi aset besar Ras al-Khaimah.

Kami akan memiliki lebih dari tiga ribu kamar hotel paling lambat 2018, termasuk merek-merek ternama seperti Marriott, Accor, Crown Plaza, dan City Max. Terus tumbuhnya hotel dan tengah ada pembahasan kerja sama dengan maskapai-maskapai menjadikan Ras al-Khaimah secara cepat tumbuh menjadi tujuan utama untuk turisme, investasi, dan perdagangan.

Menachem Klein, professor in political sciences at Bar Ilan University, Israel, poses with the background of the image of  Al-Aqsa in Borobudur Hotel, Jakarta, December 15, 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Muslim communities are bored and desperate with the issue of Palestine

"I wish to make it clear, no one will liberate the Paletinians or work for them. They must operate, be active," said Menachem Klein.

Rabbi David Rosen from the American Jeiwsh Committee and the Secretary General of the Muslim Wrld League Sheikh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa. (Rabbi David Rosen for Albalad.co)

The visit was important for relations between Islam and Judaism

In the context of Israel and Jews, Indonesia is a victim of false propaganda and misrepresentation.

Juru bicara Taliban Suhail Syahin. (Suhail Syahin buat Albalad.co)

We want to establish a truely Islamic government in Afghanistan which is not like ISIS

"Daesh is a foreign phenomenon in Afghanistan and have foreign agenda. Their conduct with common people was brutal, killing them on mere suspicion while we consider ourselves as servants of our people, recruit from them and live among them," said Taliban spokesperson Suhail Syahin to Albalad.co.

Musa Abu Marzuq with the Prime Minister of Malaysia Mahathir Mohamad. (Albalad.co/Supplied)

All Israeli officials responsible for war crimes against Palestinians

"All of them assured that the Palestinian issue is the most important problem in the muslim world," said Abu Marzuq.





comments powered by Disqus