wawancara

Alex Libman (1)

Orang-orang sangat antusias menantikan produk kami

Koper cerdas buatan Israel ini bisa berjalan sendiri mengikuti pemilik.

29 Januari 2016 01:39

Kalau jadi, koper cerdas - bisa berjalan sendiri dan mengikuti pemilik tanpa perlu repot ditarik tangan - bakal dilepas ke pasaran akhir tahun ini.

Tentu saja koper pintar bikinan NUA Robotics, perusahaan rintisan asal Israel terbentuk kurang dari setahun lalu, itu bakal menjadi solusi bagi para pelancong. Mereka bisa berjalan melenggang dengan koper milik mereka mengikuti dari belakang atau samping.

"Dari penelitian telah kami lakoni, kami mendapatkan hasil positif," kata CEO NUA Robotics Alex Libman. "Orang-orang sangat antusias menantikan produk kami."

Koper ini dilengkapi sejumlah fasilitas, termasuk alarm antimaling dan USB untuk pengisian batere telepon,

Berikut penjelasan Alex Libman kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui WhatsApp kemarin.

Bagaimana Anda mendapatkan ide untuk menciptakan koper cerdas?

Seperti di film-film Walt Disney, kami ingin menciptakan benda dapat bergerak dan berkomunikasi dengan lingkungan.

Bagaimana koper pintar ciptaan Anda itu bekerja?

Koper itu terhubung dengan telepon seluler cerdas melalui Bluetooth dan memperoleh data dari telepon. Kemudian digabung dengan penglihatan komputer untuk mengikuti penggunanya.

Apakah prototipe koper cerdas ini masih perlu pengembangan lebih lanjut?

Ya, kami sekarang masih bekerja untuk menghasilkan produk siap jadi. Kelihatannya akan berbeda dari prototipe.

Seperti apa nanti produk siap finalnya?

Kami masih bekerja untuk mengembangkan dan menguji beragam pilihan.

Seberapa aman koper cerdas ini?

Koper cerdas itu dilengkapi alarm bakal berbunyi jika pemilik lupa atau koper itu berada di luar jangkauan pemilik.

Berapa jauh jangkauan maksimal?

Komunikasi itu paling jauh 60 meter dengan sistem GPS.

Apa ada fasilitas lain di koper pintar itu?

Ya, kami melengkapi koper ini dengan USB untuk pengisian batere telepon cerdas dan tablet, tempat menaruh tablet, dan layar bergambar di bagian atasnya.

Apa saja informasi diberikan buat pemilik?

Lokasi, berat, foto, umur batere, dan kami masih bekerja untuk menambahkan fitur-fitur lain.

Kapan produk siap jadi akan diproduksi massal dan dilempar ke pasaran?

Saya berharap akhir tahun ini sudah siap dijual.

Siapa target utama koper cerdas ini?

Kami ingin semua orang menikmati produk kami. Kami meyakini konsumen keluarga bakal jadi pembeli awal.

Berapa harga jual pasnya untuk koper cerdas ini?

Kami masih mengembangkan koper cerdas ini sehingga kami belum bisa menentukan harga jualnya.

Jika akhirnya produk ini dijual di pasaran, sebarapa yakin Anda penjualannya akan tumbuh cepat?

Dari penelitian telah kami lakoni, kami mendapatkan hasil positif. Orang-orang sangat antusias menantikan produk kami.

Di mana produk Anda bakal pertama kali dilepas ke pasaran?

Amerika Serikat, tapi kami juga melihat ada potensi besar di Asia.

Apakah produk Anda ini yang pertama di dunia?

Ya, kami yang pertama menciptakan koper cerdas.

Apakah Anda berencana menciptakan produk serupa untuk barang lain?

Rencana kami adalah membawa teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari. Kami akan menciptakan troli, rumah sakit, tas pintar, dan lain-lain.

Berdasarkan berat dan ukuran, ada berapa jenis koper pintar bakal dibikin?

Teknologi kami akan menambah bonus satu kilogram dan koper itu akan memuat barang sesuai ukurannya.

Apa slogan produk Anda?

Visi kami adalah mentransformasi barang-barang menjadi cerdas dan terhubung dengan sistem robotik.

Lieutenant Colonel (Reserve) Eyal Dror, the commander of Israel military humanitarian mission for Syrians during 2013-2018. He is also the chief of the Good Neighbor Unit at Israel Defense Force. (Albalad.co)

Israeli military treated and helped Syrians because they are human beings

"The State of Israel is not an enemy and that we want to live with them in peace and willing to help them in such a difficult time," said Eyal Dror.

Rabbi David Rosen from the American Jeiwsh Committee and the Secretary General of the Muslim World League Sheikh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa. (Rabbi David Rosen for Albalad.co)

I support the normalization between Indonesia and Israel

"I think this would ultimately be good for Palestinians as well. Isolating Israel only compounds a situation of distress for them," said Rabbi David Rosen.

Ronen Skaletzky, Israeli Jew who refuses Zionism and opposes the normalization between Israel and muslim countries. (Ronen Skaletzky for Albalad.co)

As Israeli Jew, I refuse Zionism and oppose the normalization between Israel and muslim countries

"These Arab dictators try to get US and Israeli support for their regime against Iran and their own people's democratic inspirations. Why should Indonesia join this trend of dictatorial betrayal?" said Ronen Skaletzky.

Mantan Perdana Menteri dan Presiden Israel Shimon Peres dengan latar kapal berpeluru kendali. (IDF Archives)

I arranged and prepared the visit of Shimon Peres to Indonesia

Gus Dur and Shimon Peres had a breakfast meeting at Halim airbase in August 2000. During his visit to Jakarta, Peres also came to Taman Mini.





comments powered by Disqus