wawancara

Pebisnis itu bisa cari celah buat berbisnis dengan negara diboikot

"Kalau mau memboikot atau menerapkan sanksi ke suatu negara, coba lihat apa yang terjadi dengan Iran, Venezuela, Kuba, dan bahkan Korea Utara. Tetap eksis saja tuh."

11 Maret 2016 19:24

Presiden Joko Widodo telah menabuh genderang perang ekonomi meski setengah hati dengan Israel, yakni memboikot produk-produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat. Sebagian orang bergembira mendengar seruan itu walau bukan seruan boikot pertama.

Hal itu disampaikan Joko Widodo Senin lalu dalam pidato penutupan Konferensi Tingkat Tinggi luar biasa OKI (Organisasi Konferensi Islam) soal Palestina dan Al-Quds asy-Syarif (Yerusalem) di Jakarta.

Tapi sebagian pihak, terutama kalangan bisnis, menilai seruan itu tidak efektif secara ekonomis. "Pebisnis itu banyak akalnya. Ada saja cara mereka mencari celah untuk tetap berbisnis dengan negara diboikot," kata Ketua Dewan Kehormatan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, 69 tahun.

Berikut penjelasan Suryo Bambang Sulisto, juga mantan ketua umum Kadin Indonesia periode 2010-2015, saat dihubungi Faisal Assegaf dari Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Apa komentar Anda soal seruan boikot produk Israel disampaikan Joko Widodo saat menutup KTT luar biasa OKI?

Boikot produk Israel? Apa efektif atau merugikan Israel? Secara ekonomis tidak akan berarti apa-apa karena tujuan ekspor produk Israel adalah negara-negara sangat bersahabat dan pendukung setianya, seperti Amerika dan Eropa Barat.

Secara politis mungkin juga tidak terlalu berarti sebab selama ini Israel ternyata mampu mempertahankan status quo menyangkut status Palestina.

Jadi seruan boikot oleh Joko Widodo itu blunder?

Bukan blunder tapi kalau tujuannya untuk merugikan Israel tidak akan efektif. Namun bila buat menggalang solidaritas dan persatuan negara-negara Islam, saya kira sebagai negara muslim terbesar Indonesia cukup dihormati dan bisa berperan.

Artinya secara kolektif mungkin persatuan ini bisa melobi Amerika atau negara-negara Eropa Barat, karena di situlah letak kunci titik kelemahan atau kekuatan Israel. Begitulah realitanya.

Apakah Indonesia perlu memutus hubungan dagang dengan Israel?

Marilah kita bersikap realistis saja. Dari dulu kita tidak pernah punya hubungan dagang formal dan langsung dengan Israel. Jadi apa yang mau diputuskan?

Bukannya di zaman Gus Dur larangan hubungan dagang dengan Israel dicabut?

Justru karena Gus Dur itu sangat bijak dan realistis. Nilai perdagangan dengan Israel tidak ada artinya, baik dari kuantitas atau nilainya. Sangat tidak signifikan untuk diributin.

Sudahlah, lebih baik kita urus dan fokus bagaimana kita bisa memperkuat ekonomi kita sekarang sedang lesu dan perlu perhatian khusus.

Tapi Anda tahu ada produk-produk Israel masuk ke Indonesia lewat negara ketiga?

Makanya realitanya kan begitu. Saya yakin bukan saja masuk ke Indonesia tapi juga ke negara-negara muslim lainnya, seperti Turki dan Arab Saudi.

Sekarang saya mau tanya, andai perusahaan Israel mendirikan perusahaan di Amerika atau Eropa, lalu perusahaan itu ekspor ke Indonesia. Apakah kita harus buat peraturan khusus untuk menolak produk-produk itu? Kan lucu dan tidak mungkin.

Intinya kalau mau memboikot atau menerapkan sanksi ke suatu negara, coba lihat apa yang terjadi dengan Iran, Venezuela, Kuba, dan bahkan Korea Utara. Tetap eksis saja tuh. Mungkin ada dampaknya memperlambat pertumbuhan, tapi kalau mengharapkan kolaps, tidak mungkin lah.

Pebisnis itu banyak akalnya. Ada saja cara mereka mencari celah untuk tetap berbisnis dengan negara diboikot.

Israel dikenal sebagai negara dengan perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi terbanyak dan terbaik di dunia. Apakah sebaiknya kita bikin kerja sama resmi di sektor itu karena di masa depan teknologi informasi sangat penting dalam kehidupan?

Boleh-boleh saja tapi sebaiknya melalui negara ketiga supaya tidak melanggar aturan.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Indonesia in need of technology from Israel

"All countries in the world need Israel with different technologies, like in agriculture, cyber security, etc," said Ayub Kara.

A new book by author Dr. Menachem Klein, professor of political science at Bar-Ilan University, Israel. (Amazon.com)

Abbas is a subcontractor of Israel to rule the West Bank

Dr. Menachem Klein has just launched his new book that compares Arafat and Abbas.

Roy Grant berpose dengan tempe bikinanannya. Dia adalah pengrajin tempe satu-satunya di Israel. (Roy Grant buat Albalad.co)

I am the only producer of tempe in Israel

People here don't know much about Indonesia because our countries have no official relations, so Israelis don't travel there," said Roy Grant.

Penyanyi asal Indonesia Kiki Amalia dan penyanyi Arab Saudi Majid al-Muhandis saat diminta tampil di istana Puteri Nuf binti Al-Muktasim bin Saud bin Abdul Aziz di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Januari 2019. (Kiki Amalia buat Albalad.co)

Saya penyanyi langganan keluarga kerajaan Arab Saudi

Puteri Nuf dan Puteri Nura paling perduli dan super baik, memberikan saya fasilitas dan selalu perhatian sama saya. Juga Puteri Jawahir memfasilitasi saya untuk dapat izin tinggal di Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik wawancara Terbaru

Indonesia in need of technology from Israel

"All countries in the world need Israel with different technologies, like in agriculture, cyber security, etc," said Ayub Kara.

16 September 2019

TERSOHOR