wawancara

Teknologi pertanian Israel bisa diterapkan di Indonesia

Sebanyak 81 mahasiswa Indonesia tengah belajar sekaligus bekerja di pertanian Israel sedari September tahun lalu. Program mereka rampung Juni ini namun mereka tidak bisa segera pulang lantaran wabah Covid-19.

20 April 2020 14:06

Dia sudah mengenal teknologi pertanian Israel sedari kuliah di jurusan Agroteknologi di Universitas Sumatera Utara. Karena itu, dia mendaftar ketika Institut Teknologi (IT) Del - didirikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - membuka peluang untu pergi ke negara Zionis itu buat belajar mengolah tanah dan tumbuhan.

Antonio Razzoli Suhari Sitanggang, sarjana Agroteknologi lulusan tahun lalu, kini bareng 80 orang asal Indonesia, tengah belajar tekonologi pertanian sekaligus bekerja di pertanian di Israel sedari September 2019. Selain 19 orang diberangkatkan melalui IT Del untuk menimba ilmu di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel, 62 mahasiswa dari wilayah timur Indonesia juga pergi ke negeri Bintang Daud itu tujuan sama. 

Meski semua biaya harus ditanggung sendiri, Antonio tidak menyesal. "Di sini (Israel) kan kita belajar dan ada kegiatan bekerja juga di pertanian. Jadi dari hasil bekerja itu buat menutupi biaya sekolah, makan, dan tiket pulang pergi," katanya.

Berikut penuturan kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co dalam wawancara khusus melalui WhatsApp dua hari lalu. 

Kapan Anda berangkat ke Israel?

Pada 9 September 2019 jam sembilan pagi dari Bandar Udara Internasional Kualanamu (di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Kita di sini (Israel) ada dua kloter. Grup dari Sumatera Utara duluan berangkat. Ada 19 orang, termasuk satu orang ikut program lanjutan.

Kami dari berbagai perguruan tinggi. Ada yang dari Universitas Sriwijaya (Palembang), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), Universitas Andalas (Padang), Universitas Sumatera Utara (Medan), dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Medan).

Untuk kloter Sumatera Utara yangg sekarang angkatan ke berapa?

Angkatan kedua. Angkatan pertama berangkat pada periode 2018-2019.

Kloter satunya lagi dari mana?

Dari bagian timur Indonesia.

Dari timur ada berapa orang?

62 orang.

Kenapa rombongan Sumatera Utara diberangkatkan dari Kualanamu?

Sesuai dari Institut Teknologi (IT) Del karena program pelatihan pertanian di Israel itu bekerjasama dengan IT Del.

Apakah ada tes untuk bisa terpilih berangkat ke Israel?

Ada beberapa tahap.

Bisa dijelaskan tesnya apa saja?

(Tertawa) saya rada lupa sedikit. Pertama seleksi berkas dikirim secara online. Kemudian tes fisik, menulis dalam bahasa Inggris, dan wawancara di kampus IT Del. Berikutnya tes kesehatan MCU mandiri di rumah sakit, lalu berkas dibawa ke IT Del dan kemudian wawancara komitmen. Kita ada pembekalan juga selama beberapa hari.

Kenapa Anda tertarik ikut pelatihan di Israel?

Waktu itu saya melihat kesempatan ke sini (Israel) sebagai peluang untuk mempertajam ilmu pertanian dalam hal praktek. Untuk pendaftaran kemarin terakhir 30 Maret 2019 dan saya baru sidang 21 Maret 2019.

Saya sama seperti anak muda lainnya berharap bisa langsung bekerja atau memulai usaha dan besar impianku mau melanjutkan sekolah ke luar negeri. Saya coba mengikuti tes dan dinyatakan terus lanjut ke tahap berikutnya.

Pertanian Israel dalam hal teknologi sudah saya kenal mulai kuliah. Ya, meski dulunya berpikir mustahil datang ke sini (Israel) dalam waktu dekat karena problem bilateral.

Dapat bekal apa saja sebelum berangkat dan apakah dapat uang saku?

Pembekalan bahasa Inggris dan gambaran kegiatan kehidupan di sini (Israel). Uang saku dari mama dan bapak (tertawa). Hanya tiket pergi dan pembiayaan visa dibayarkan dulu oleh IT Del, nanti kita ganti.

Begitu juga teman dari timur ditanggung lebih dulu tiket pergi dan visanya oleh Pak Agus (pengusaha bernama Agus Suherman), hanya media sebut itu beasiswa

Tapi ada beberapa teman mengajukan proposal ke pemerintah daerah mendapat bantuan dana tiket itu. Saya dan satu teman dari Kota Medan tidak dapat dan ada beberapa dari kabupaten lain yang nggak dapat. Beberapa orang ada dananya ditanggung dari pemerintah daerah, misalnya yang berasal dari Kabupaten Humbang Hasundutan.

Begitu juga teman dari timur, biaya tiket berangkat dan visa ditanggung duu oleh Pak Agus (pengusaha bernama Agus Suherman), baru diganti nantinya oleh peserta.

Jadi IT Del nggak kasih uang saku?

Tidak ada.

Anda mesti mengganti duit tiket berangkat dan visa dikeluarkan oleh IT Del?

Ya, makanya saya keberatan baca judul berita beasiswa (tertawa). Semuanya Rp 15 juta.

Bagaimana biaya buat makan dan akomodasi selama di Israel?

Di sini kan kita belajar dan ada kegiatan bekerja juga di pertanian. Jadi dari hasil bekerja itu buat menutupi biaya sekolah, makan, dan tiket pulang pergi.

Kapan tiba di Israel?

10 September 2019, jam tujuh pagi.

Berapa lama program pelatihan itu dan kapan seharusnya sudah rampung?

Seyogyanya sepuluh bulan bulan sesuai selebaran dari IT Del dan disebutkan di AICAT sendiri. Lulusnya Juni ini.

Berapa biaya ikut pelatihan pertanian di AICAT?

Satu program untuk kami 9.700 shekel.

Sudah termasuk pelatihan, akomodasi, dan makan?

Uang sekolah saja. Uang sewa tempat tinggal kebanyakan 800 shekel per bulan tapi ada beberapa yang dapat rumah sewa lebih murah. Untuk makan, saya masak sendiri.

Jadi Anda bawa uang saku berapa?

Sewaktu berangkat, saya bawa US$ 1 ribu.

Kalau bayar sendiri, kenapa Anda mau ikut pelatihan ini?

Karena saya juga sudah tanya ke senior dulunya, bakal ketutup semua kok dengan bekerja di pertanian di sini (Israel). Makanya saya berani mendaftar untuk ikut pelatihan di sini.

Jadi dari awal mendaftar sudah dikasih tahu semua biaya sendiri?

Tidak, di selebaran disebutkan gratis. Tapi waktu pembekalan sudah diberitahu ada biayanya.

Berarti Anda merasa tertipu?

Ya, sedikit

Apakah bisa mundur sebelum berangkat?

Bisa, ketika pembekalan ditanyain juga.

Apa saja yang dipelajari di Israel?

Ada banyak materi tentang tumbuhan seperti fisiologinya, aquaculture, tur, sejarah, pemasaran, irigasi. Mata kuliah pertama setiba di Israel tentang anggur, kurma, dan mangga.

Kenapa pertama kuliahnya tentang mangga, kurma, dan anggur?

Karena itu komoditas yang lagi laku di sini.

Sehari berapa jam kuliahnya?

Sekali seminggu. Tapi biasanya di selingi dua kali kelas sekali tur atau bergantian. Jadi lima hari itu bekerja di pertanian.

Tiap hari apa kuliahnya?

Berbda-beda per minggunya.

Berapa jam kuliahnya?

Jam sembilan pagi sampai pukul empat sore. Tapi sekarang karena lagi wabah virus corona Covid-19, kita kuliah jarak jauh memakai aplikasi zoom.

Turnya ke mana saja?

Yang sudah ke peternakan ayam petelur, pusat penelitian kambing. Terus ada kelas aquaculture ke peternakan ikan dan buaya. Juga ke tempat budidaya madu. Tapi karena kebetulan saya tidak di kelas indonesia, jadi agak ada beda sedikit.

Maksudnya nggak di kelas Indonesia?

Saya di kelas yang tergabung dengan mahasiswa dari empat negara.

81 orang dari Indonesia ada di kelas mana saja?

Jadi dua kelas. Satu kelas berisi orang Indonesia semua sebanyak 59 orang dan kami, 22 orang sisanya ada di kelas FEVI, yakni Fiji, Timor Leste, Vanuatu, dan Indonesia.

Untuk pelatihan angkatan sekarang ada berapa orang?

Ada seribuan orang kalau nggak salah dan berasal dari 13 negara.

Apakah kloter dari timur Indonesia juga dapat perlakuan sama? Makan akomodasi, dan uang sekolah bayar sendiri?

Ya tentunya.

Anda bekerja di mana selama di Israel?

Saya kebagian bekerja di pertanian kurma, bawang putih, dan paprika. Teman yang lain beerja di pertanian terong, tomat, bawang merah, palermo.

Hari apa saja Anda bekerja?

Selain Sabtu dan hari sekolah. Jadwal sekolah harinya tidak tetap.

Berapa jam sehari Anda bekerja?

Rata-rata delapan jam.

Dari jam berapa?

Mulai jam enam pagi, kadang pukul 06:30, selesai jam empat sore, kadang pukul 16:30. Tergantung musim juga.

Kenapa Anda bekerja di pertanian kurma, bawang putih, dan paprika? Pilih sendiri atau ditentukan?

Pihak AICAT yang menentukan.

Jadi delapan jam sehari Anda bekerja di tiga pertanian itu?

Tidak sesuai periode tanam. Maksud saya sesuai periodenya. Awal datang sampai kemarin dapat panen dan pembungkusan kurma sambil menanam bawang putih. Di musim dingin, saya panen paprika sampai Maret dan sekarang balik ke bawang putih. Beberapa minggu ke depan penanganan buah kurma.

Apa saja tugas Anda selama bekerja?

Tidak tentu, sesuai jadwal penanganan di lahan. Di paprika, kadang di pengajiran, pemanenan. Tapi sekarang kami lagi bongkar net house.

Di pertanian paprika, ketika kita sampai di sini (Israel), sudah ditanam. Jadi kami hanya ikut di pengairan, penanganan buah, panen, dan pembungkusan.

Berapa Anda digaji sebulan?

29.12 shekel per jam.

Sebulan berarti bisa memperoleh sekitar 4.800 shekel?

Biasanya lebih dari itu.

Apa kalau panen dapat bonus selain gaji?

Tidak ada mas, hanya paling jam kerja bertambah dan itu kalau mau lanjut kerja di packing house.

Apa ketiga pertanian tempat Anda bekerja itu lahannya berdekatan?

Untuk kurma dan sebagian bawang putih, iya. Tapi kemarin ada kebun bawang putih berada di lahan Yordania. Karena kita tinggalnya di desa dekat perbatasan dan ada lahan perdamaian antara Israel dan Yordania. Kemarin ada beritanya di CNN, jadi makanya kita sekarang kerjanya evakuasi net house karena masa pakai lahannya di wilayah Yordania sudah habis.

Pertanian paprikanya di lahan yang agak jauh terpisah.

Apa nama desa tempat tinggal Anda dan berapa jauh jaraknya dari perbatasan dengan Yordania?

Moshav Zofar, sekitar 20 menit naik traktor ke perbatasan. Jaraknya mungkin sekitar enam kilometer karena traktor jalannya paling 20 kilometer per jam. Tapi dari tempat tinggal saya ke lahan pertanian tempat saya bekerja hampir 30 menit.

Naik apa dari tempat tinggal ke tempat kerja?

Kadang traktor, kadang mobil ada disediakan oleh petaninya atau pemilik lahan.

Apakah 81 orang Indonesia tinggal di Desa Moshav Zofar?

Terbagi dua, sebagian di Desa Moshav Paran. Kebetulan yang diberangkat IT Del semuanya di Desa Moshav Zovar dan beberapa teman dari Nusa Tenggara Timur.

Berapa jarak dari Moshav Zofar ke Moshav Paran?

Sekitar 26 kilometer.

Berapa Anda sewa rumah per bulan?

Saya tinggal bertiga serumah. Masing-masing bayar sewa 800 shekel tiap bulan.

Berapa biaya makan per bulan?

Tergantung apa yg dibeli. Di awal-awal tinggal, saya agak boros karena masih belajar masak dan masih penasaran dengan makannan yang ada. Tapi rata rata 600 shekel cukup kok untuk makan per bulan tiap orang. Ada juga yang cukup dengan 400 shekel. Karena di sini ada beras juga.

Bagaimana pandangan masyarakat desa terhadap Anda dan teman-teman dari Indonesia?

Saya tidak bisa menjawab karena belum pernah tanya ke mereka.

Ada yang sampai naksir atau ditaksir gadis Israel?

Yang beda kan selalu keliatan menarik. Rata rata di sini wanitannya manis dan laki lakinya ganteng. Saya sempat naksir teman kerja saya (tertawa). Tapi nggak mungkin juga memulai hubungan yang tidak mungkin untuk dijalani.

Karena beda agama atau beda etnis?

Karena beda kewarganegaraan. Negara kita tidak dalam hubungan baik dengan Israel dan belum tahu sampai kapan membaik. Jadi lebih baik untuk tidak memulai.

Program rampung Juni, apakah menurut pihak kampus bisa langsung pulang ke Indonesia?

Untuk kepastiannya belum ada. Kemarin sudah dikasih tahu kepulangan bakal diundur. Kita juga baca berita di Jerusalem Post menyebutkan nggak ada penerbangan sampai September.

Apakah 81 orang Indonesia semua sama programnya rampung Juni?

Ya.

Kalau kepulangan diundur, apa yang Anda dan teman-teman akan lakukan di Israel?

Kita ditawarin tetap bekerja di pertanian tapi bakal ditukar tempatnya.

Di mana?

Belum tahu.

Berarti tempat tinggalnya juga pindah?

Iya.

Sejak September tahun lalu sampai sekarang, Anda sudah belajar tentang pertanian Israel dan bekerja di pertanian Israel. Menurut Anda, apa keistimewaan dari pertanian di Israel?

Teknologi dan cara pandang petaninya.

Bisa dijelaskan lebih mendalam?

Seluruh lahan di dalam net house dan screen house kecuali kurma di lahan terbuka. Pengairan yangg digunakan seluruhnya pakai drip irigation. Itu yang paling terkenal untuk efektivitas penggunaan air. Olah tanah pakai traktor dan traktornya untuk beberapa fungsi.

Tapi sebenarnya semua mudah untuk diterapkan nanti di Indonesia.

Apa fungsi net house dan screen house?

Fungsi pada musim dingin, sama sama untuk melindungi tanaman, terlebih dari hama dan suhu.

 

Sinagoge di Ibu Kota Manama, Bahrain, satu-satunya rumah ibadah Yahudi di negara Arab Teluk tersebut. (Al-Arabiya)

Bahraini Jews are very well integrated in the society

Though there are only about 50 Jews currently living in Bahrain, they have a representative in the Shoura Council and also have one seat in the parliament.

Raja Bahrain Syekh Hamad bin Isa al-Khalifah. (gulfbusiness.com)

Bahrain consulted with Saudi Arabia before deciding to have a diplomatic relationship with Israel

These announcements from the United Arab Emirates and Bahrain will transform the current indirect relations between the Saudis and Israel to formal direct relations.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman is someone who wants to disrupt the status quo quickly

"What is clear is that Muhammad bin Salman and his government have taken a view of not being constrained by history in engaging with the world."

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Bahrain, Qatar, or Oman will be the next to normalise relations with Israel

"The first step in the process is a much greater understanding of the Jewish faith and that the Muslim population of Indonesia needs to appreciate that for the Jewish people, " said Rabbi Schneier.





comments powered by Disqus